Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Lotte di Cilegon, Nilai Investasinya Rp 62 T

Muhamad Fajar Riyandanu
6 November 2025, 12:53
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional proyek pabrik petrokima milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kota Cilegon, Banten, pada Kamis (6/11).

Proyek senilai US$ 3,9 miliar atau sekitar 62,4 triliun (kurs hari ini: Rp 65,1 triliun) itu disebut sebagai pabrik petrokimia terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pabrik ini juga merupakan kompleks pengolahan naphtha cracker pertama di Indonesia dalam 30 tahun terakhir.

Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam atas peresmian pabrik ini sebagai prestasi penting bagi Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk memastikan pabrik tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri nasional.

“Hari ini saya bangga, intinya itu yang ingin saya sampaikan. Mereka memberi manfaat kepada kita, kita harus jaga, kita terima dengan hati dan jangan ada unsur-unsur yang mengganggu,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato peresmian, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (6/11).

Presiden meminta agar masyarakat dan pihak lainnya menerima investasi dengan hati terbuka dan tidak mengganggu proses operasional. Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan bisa berkembang lebih cepat dalam kapasitas industri dan ekonomi.

“Bangsa yang terbuka, yang perlu berhubungan baik dengan semua pihak kita akan cepat menuju kemakmuran,” ujar Prabowo.

Pada tahap operasi penuh nantinya, pabrik ini diproyeksikan dapat menghasilkan produk hilirisasi migas senilai US$ 2 miliar per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 1,4 miliar akan berfungsi sebagai substitusi impor, sedangkan US$ 600 juta akan berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional. LCI melayani 70% kebutuhan pasar domestik dan 30% ekspor.

Di pabrik ini, bahan baku yang digunakan berupa naphta sebanyak 3,2 juta ton per tahun, dengan komposisi LPG antara 0–50%. Bahan baku tersebut diolah menjadi berbagai produk hulu dan hilir.

Produk hulu yang dihasilkan antara lain ethylene sebanyak 1 juta ton per tahun, propylene 520 ribu ton per tahun, mixed C4 320 ribu ton per tahun, pyrolysis gasoline 675 ribu ton per tahun, pyrolysis fuel oil 26 ribu ton per tahun, dan hydrogen 45 ribu ton per tahun.

Pabrik ini akan memproduksi high density polyethylene 250 ribu ton per tahun, linear low density polyethylene 200 ribu ton per tahun, polypropylene 350 ribu ton per tahun, butadiene 140 ribu ton per tahun, raffinate 180 ribu ton per tahun, serta benzene, toluene, dan xylene sebesar 400 ribu ton per tahun.

Beragam produk tersebut nantinya akan menjadi bahan baku untuk pembuatan berbagai barang sehari-hari, mulai dari botol plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, hingga karet sintesis. Produk turunan itu juga akan dimanfaatkan untuk memproduksi pembasmi serangga dan cat.

Chairman PT. PT Lotte Chemical Indonesia, Shin Dong-Bin, menyampaikan proyek ini dibangun melalui seremoni peletakan batu pertama pada 2016. Shin mengatakan pendirian pabrik ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri petrokimia dunia sekaligus mempererat kerja sama Indonesia dan Korea Selatan.

“Setelah hampir satu dekade bekerja keras, kami bangga melihat visi ini akhirnya terwujud,” kata Shin dalam kesempatan serupa.

Dalam kegiatan kali ini, Prabowo di dampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...