Jumlah Kasus Perceraian di Indonesia Turun Dua Tahun Berturut-turut
Menteri Agama Nazaruddin Umar mencatat jumlah kasus perceraian menurun selama dua tahun berturut-turut.
“Berdasarkan data BPS atau Badan Pusat Statistik, jumlah kasus perceraian nasional terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan,” kata Nazaruddin dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11).
Ada 463.654 kasus perceraian pada 2023 atau turun 10,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, angkanya turun lagi 14,9% menjadi 394.608 kasus perceraian.
Menurut Menag Nazaruddin Umar, penurunan jumlah kasus perceraian beriringan dengan peningkatan cakupan pelaksanaan bimbingan perkawinan yang merata di seluruh Indonesia.
“Ini menandakan korelasi positif antara kewajiban mengikuti bimbingan dengan penurunan angka perceraian,” kata Nazaruddin.
Sebanyak 86% peserta bimbingan perkawinan merasa program itu membantu dalam menjalani pernikahan.
