Raja Yordania Abdullah II Kecam Insiden Ledakan di SMAN 72

Muhamad Fajar Riyandanu
14 November 2025, 21:01
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyaksikan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Abdullah II Ibnu Al Hussein (kiri) mengisi buku tamu saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Kunjungan Raja Yordania tersebut dalam rangka mem
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/bar
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyaksikan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Abdullah II Ibnu Al Hussein (kiri) mengisi buku tamu saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Kunjungan Raja Yordania tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Yordania.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, menyampaikan belasungkawa atas tragedi peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 11 November lalu.

“Kami sebagai negara mengutuk keras serangan mengerikan yang menargetkan sekolah menengah Anda,” kata Raja Abdullah saat melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (14/11).

Raja Abdullah II juga kecaman keras terhadap insiden ledakan terjadi di lingkup sekolah tersebut. “Kami mengutuk ini dan seperti yang Anda ketahui, Yordania akan selalu mendukung Anda dalam segala hal,” ujarnya.

Pada kesempatan serupa, Prabowo menyampaikan kedekatan hubungan Indonesia dan Yordania. Presiden mengatakan kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik yang erat selama 74 tahun sejak Oktober 1951.

"Di sisi lain, seperti yang Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional dengan Yordania,” kata Prabowo.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebutkan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 pada Jumat  (7/11), dikenal sebagai pribadi tertutup. Terduga pelaku dikategorikan sebagai anak berkonflik dengan hukum alias ABH.

"Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, serta memiliki ketertarikan pada konten kekerasan dan hal-hal ekstrem," kata Asep saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11).

Hasil penyelidikan sementara, ABH yang terlibat dalam ledakan itu, merupakan siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu. Data Kepolisian menunjukkan, total korban ledakan SMAN 72 Jakarta sebanyak 96 orang. Sebanyak 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan tiga luka berat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...