Prabowo Minta Menkes Bangun RS Modern di Setiap Kabupaten dan Kota dalam 4 Tahun
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan seluruh kabupaten dan kota memiliki rumah sakit berstandar modern dan berteknologi canggih dalam waktu empat tahun.
Prabowo menyampaikan arahan itu saatperesmian Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates - Indonesia di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (19/11). Presiden meminta agar standar pelayanan dan fasilitas RS Kardiologi Emirates–Indonesia dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit kabupaten dan kota.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang layak kepada masyarakat. "Dalam 4 tahun yang akan datang kita akan berusaha mencapai itu," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Selain memperbaiki standar rumah sakit, pemerintah juga akan menambah jumlah dokter hingga perawat agar layanan kesehatan terpenuhi di seluruh wilayah.
Prabowo mengatakan, pemerintah akan menambah jumlah program pendidikan kedokteran di univesitas maupun pendidikan tinggi di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan beasiswa penuh bagi para pelajar yang ingin menekuni profesi di bidang medis.
"Kita perlu tambah 30 fakultas kedokteran baru dan yang lama pun saya minta ditambah alokasi mahasiswanya khusus untuk dokter,” ujar Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan telah meminta Menteri Kesehatan untuk membangun 66 rumah sakit baru. Ia secara spesifik meminta agar seluruh rumah sakit tersebut dirancang dengan standar yang modern dan berteknologi canggih.
“Saya minta bahwa 66 ini diupayakan tidak kalah dengan standar rumah sakit ini (RS Kardiologi Emirates–Indonesia)," kata Prabowo.
Rumah sakit Kardiologi Emirates–Indonesia dibangun dua tahun lalu dengan kapasitas 100 kamar dan tiga ruang operasi. Dana pembangunan sekitar Rp 400 miliar, terdiri dari Rp 250 miliar untuk konstruksi bangunan dan Rp 150 miliar untuk pengadaan peralatan medis. Dana pembangunan RS ini merupakan hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab.
RS Kardiologi Emirates–Indonesia menghadirkan layanan jantung terpadu mulai dari tahap pencegahan, diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi. Rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 17.962 m² dengan luas bangunan sekitar 10.668 m².
Setiap lantai rumah sakit ini didesain untuk mengakomodasi alur pelayanan kardiologi yang terpadu dan efisien. Rumah sakit ini menyediakan pelayanan poliklinik, instalasi gawat darurat, rawat inap reguler dan intensif, ruang operasi, fasilitas Cathlab, rehabilitasi jantung, laboratorium, radiologi, farmasi, serta berbagai layanan penunjang lainnya.
