Gibran soal Gaza: Dunia Tak Boleh Normalisasi Penderitaan Manusia

Desy Setyowati
23 November 2025, 09:34
KTT g20, Gibran, gaza
YouTube KTT G20 Afrika Selatan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berpidato di KTT G20 di Afrika Selatan , Sabtu (22/11/2025)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyinggung konflik di berbagai belahan dunia, termasuk di Gaza, Palestina. Ia mengajak para pemimpin dunia untuk tidak menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah.

Dalam sesi kedua KTT G20 yang dihadiri puluhan pimpinan negara, Gibran mengatakan bahwa bencana yang terjadi saat ini bukan hanya bencana alam, namun banyak lainnya yang merupakan akibat dari tindakan manusia.

"Kita melihat hal ini di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel, serta banyak wilayah lainnya, di mana konflik telah meruntuhkan rumah-rumah, merampas harapan dan mata pencaharian masyarakat," kata Gibran yang disaksikan melalui ruang media KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11).

Gibran menyoroti tragedi dan bencana kemanusiaan itu mengingatkan para pemimpin dunia untuk menempatkan rasa kemanusiaan di jantung tata kelola global.

"Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah menjadi normal baru," kata Gibran.

Gibran menambahkan, kelompok negara yang tergabung dalam G20 sebagai forum yang mewakili 85% produk domestik bruto atau PDB dunia, memiliki kewajiban moral untuk memimpin dengan memberi contoh.

"G20 memiliki kewajiban moral untuk memimpin dengan memberi contoh, memastikan bahwa pertumbuhan dan ketahanan menjadi dua sisi mata uang yang sama, mendorong harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua," kata Gibran.

Dalam sesi kedua KTT G20, para pemimpin dunia membahas tema yang berfokus pada pembangunan dunia yang tangguh (resilient world), yang mencakup isu kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan (just energy transition), serta sistem pangan.

Gibran juga akan menyampaikan pidato pada sesi ketiga yang membahas isu pekerjaan layak (decent work), tata kelola AI, mineral kritis yang menjadi usulan, dan fokus kepentingan Indonesia pada pertemuan kali ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...