Hasil Rapat Syuriyah PBNU: Yahya Staquf Dicopot dari Ketum Mulai 26 November

Ameidyo Daud Nasution
26 November 2025, 16:11
pbnu, yahya staquf, syuriyah
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan pada Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rapat harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk memecat Yahya Cholil Staquf dari posisi Ketua Umum organisasi tersebut. Keputusan ini terangkum dalam Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025.

Dalam surat tersebut, Yahya Staquf tak lagi berstatus Ketua Umum PBNU mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Adapun, surat tersebut ditangdatangani Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Katib KH Ahmad Tajul Mafakhir.

"KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU maupun bertindak dan atas nama perkumpulan Nahdlatul Ulama," demikian bunyi poin 4 surat tersebut seperti ditulis pada Rabu (26/11).

Surat tersebut juga menyatakan kepemimpinan PBNU berada di tangan Rais Aam selama kekosongan jabatan Ketua Umum. Adapun, Rais Aam PBNU dijabat oleh KH Miftachul Akhyar.

"Dalam hal KH Yahya Cholil Staquf memiliki keberatan terhadap keputusan tersebut, maka dapat mengajukan permohonan kepada Majelis Tahkim NU sesuai mekanisme yang telah diatur," demikian bunyi surat tersebut.

Keputusan ini merupakan hasil Rapat Harian Syuriah PBNU pada 20 November lalu. Surat tersebut menyebutkan bahwa Afifuddin Muhajir telah menyerahkan risalah rapat tersebut kepada Yahya di Hotel Mecure, Ancol pada Minggu (23/11).Meski demikian, Yahya langsung mengembalikan surat hasil rapat tersebut kepada Afifuddin.

Sedangkan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakir membenarkan telah menandatangani surat edaran tersebut. "Ya, betul," katanya pada Rabu (26/11) dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Yahya Cholil Staquf enggan melepaskan kursi Ketum PBNU meskipun ada desakan agar dirinya mundur. Desakan mundur buntut mengundang narasumber jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).

“Sama sekali tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk mundur dari Ketua Umum PBNU. Saya mendapat mandat 5 tahun memimpin NU, karena itu akan saya jalani selama 5 tahun, insya Allah saya sanggup,” kata Yahya dalam cuitan tersebut, dikutip Selasa (25/11).


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...