Pemerintah Hapus Sistem Barcode Beli BBM di Lokasi Bencana Sumatra
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan stok bahan bakar minyak (BBM) di kawasan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berada di level ketahanan 7 hingga 8 hari. “Tapi memang di beberapa daerah yang jalannya putus, itu mobilisasi BBM-nya terkendala,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (4/12).
Bahlil menyampaikan pemerintah menggunakan berbagai cara untuk menjaga pasokan BBM tetap berjalan di lokasi terdampak bencana Sumatera. Salah satunya yakni menggunakan genset untuk menjalankan pompa BBM di SPBU yang listriknya padam.
Pemerintah juga menggunakan tangki BBM langsung untuk mendistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan. Bahlil menamhakan, sistem barcode untuk pembayaran BBM subsidi Biosolar dan Pertalite kini dihapuskan sementara. “Kalau di Tapanuli Tengah sebagian pompa bensin sudah beroperasi 24 jam,” ujar Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyampaikan status pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah terdampak bencana mulai kembali berjalan, meskipun belum sepenuhnya pulih. Bahlil menjelaskan kini terjadi perubahan alur distribusi LPG karena musibah bencana banjir.
Suplai LPG untuk sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Tapanuli Tengah, Nias dan Sibolga yang sebelumnya berasal dari Kilang Pertamina di Dumai, kini disuplai dari Sumatera Barat. “Sekarang kami ubah, ambil LPG-nya kami ambil dari Sumatera Barat yang sekarang menjadi hub, supaya semuanya bisa terdistribusi,” ujar Bahlil.
