Seekor Bayi Gajah Sumatra Lahir di TN Way Kambas, Harapan Baru Konservasi
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melaporkan kelahiran seekor anak gajah Sumatra pada Rabu (4/12), pukul 23.25 WIB. Anak gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir dari induk bernama Yulia, gajah berusia 12 tahun yang pertama kali melahirkan.
Kepala Balai TNWK MBH Zaidi menyampaikan, anak gajah dan induknya dalam kondisi baik. “Anak gajah sudah bisa berdiri dan berjalan sendiri,” kata Zaidi, saat melapor ke Kementerian Kehutanan, dikutip dari keterangan resmi pada Sabtu (6/12).
Hingga pagi hari usai dilahirkan, anak gajah yang belum diberi nama ini tampak aktif dan mulai belajar menyusu pada induknya. Zaidi menjelaskan, dari pengukuran tinggi dan lingkar badan, anak gajah diperkirakan memiliki bobot 64 kg.
Kelahiran ini menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian gajah sumatra. Kelahiran anak pertama Yulia ini juga menambah optimisme atas keberlanjutan populasi gajah di kawasan konservasi Way Kambas.
Dalam buku ‘Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sumatra 2024’, populasi gajah sumatra saat ini hanya sekitar 1.694-2.038 individu. Statusnya termasuk sangat terancam punah atau critically endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List.
Dari catatan Kementerian Kehutanan, saat ini tersisa 22 lanskap koridor gajah di Sumatra. Penguatan pengelolaan koridor-koridor tersebut tengah dilakukan.
Penguatan yang dimaksud di antaranya pendataan ulang populasi gajah dengan teknologi geospasial dan pemantauan lapangan, perbaikan habitat melalui penanaman pakan alami, pembangunan sumber mineral, penyediaan kubangan air, serta pemberdayaan masyarakat di desa penyangga untuk melakukan agroforestry berkelanjutan.
