Keluarga Korban Meninggal Bencana Sumatra akan Dapat Santunan Rp 15 Juta
Pemerintah menyiapkan santunan atau bantuan kepada para korban banjir dan tanah longsong di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa santunan senilai Rp 15 juta akan diberikan kepada ahli waris korban meninggal, sedangkan korban yang mengalami luka berat mendapat tunjangan Rp 5 juta
"Kami juga nanti akan memberikan santunan bagi yang wafat dan dukungan bagi yang luka berat,” kata Gus Ipul saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Ahad (7/12), malam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 921 orang meninggal dunia dan lebih dari 5.000 warga mengalami luka-luka akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdasarkan laporan sementara hingga Minggu (5/12). Musibah itu juga menyebabkan 392 orang hilang dan 975.079 warga mengungsi.
Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto menguraikan jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 366 orang, sementara 97 orang masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut juga memaksa 914.202 warga Aceh mengungsi.
BNPB mencatat 329 orang wafat, 82 hilang, 647 luka-luka, dan lebih dari 43 ribu orang mengungsi dalam bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara. BNPB juga melaporkan data sementara di Sumatera Barat terkait temuan 226 korban meninggal dunia, 213 warga hilang, 112 luka-luka, dan lebih dari 14 ribu warga mengungsi
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan, tingkat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terbilang serius dan memprihatinkan. Ia menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan dan pemulihan bencana.
Rapat berlangsung di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Ahad (7/12) malam. “Saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihantikan,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan peristiwa banjir dan tanah longsor menyisakan hamparan sawah rusak hingga memicu banyak bendungan jebol sehingga merusak jaringan irigasi pertanian di wilayah terdampak. “Kemudian para gubernur dan para bupati melaporkan cukup banyak perumahan yang harus kita bantu untuk dibangun kembali,” ujarnya.
