Mendagri Buka Suara soal Pemprov Aceh Surati UNDP dan UNICEF PBB terkait Bencana

Desy Setyowati
16 Desember 2025, 07:10
mendagri buka suara soal pemprov aceh minta bantuan pbb,
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait pemberhentian Bupati Aceh Selatan di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian menyebut akan mempelajari surat permintaan bantuan yang dilayangkan oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov Aceh kepada dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa alias PBB yaitu United Nations Development Program (UNDP) dan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF).

“Nanti kami pelajari,” kata Mendagri Tito Karnavian merespons singkat pertanyaan wartawan, selepas Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12) malam.

Mendagri belum membaca surat permintaan yang dilayangkan oleh Pemprov Aceh kepada dua badan PBB itu. "Saya belum baca. Saya belum tahu bentuk bantuannya seperti apa," ujar dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemprov Aceh Muhammad MTA membenarkan bahwa instansi mengirimkan surat permintaan bantuan kepada UNDP dan UNICEF. Sebab, kedua lembaga PBB ini punya pengalaman terlibat dalam masa pemulihan dan rehabilitasi pengungsi terutama pasca-bencana tsunami di Aceh pada 2004.

"Benar (sudah melayangkan surat), (karena) mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan. Kami rasa sangat dibutuhkan," kata Muhammad MTA kepada wartawan, Minggu (14/12).

Dia menyebut setidaknya ada 77 lembaga dan 1.960 relawan masuk Aceh yang turun langsung ke daerah-daerah terkena dampak bencana, menyalurkan bantuan, dan membantu para pengungsi. Lembaga-lembaga itu terdiri atas organisasi non-pemerintah (NGO) lokal, nasional, maupun internasional.

"Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur (Muzakir Manaf) sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh," kata Jubir Pemprov Aceh.

Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat pada 25 November 2025. Hingga Senin (15/12), jumlah korban jiwa di tiga provinsi mencapai 1.030 jiwa, dan 206 warga dinyatakan hilang. Kemudian, jumlah pengungsi mencapai 608.940 orang per 15 Desember.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...