BNPB, TNI, dan Polri Bangun 27 Sumur Bor di Aceh Tamiang untuk Jamin Air Bersih
Pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh terpenuhi, terutama akses terhadap air bersih. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga kini telah dilakukan pengeboran sekitar 27 titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai solusi sementara sembari menunggu pemulihan jaringan PDAM yang rusak akibat bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pengeboran sumur dilakukan melalui kerja sama lintas unsur, mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Di Aceh Tamiang telah dilakukan pengeboran sekitar 27 titik sumur bor bekerja sama dengan TNI, Polri, relawan, dan organisasi masyarakat, guna menjamin kebutuhan air bersih sambil menunggu pemulihan jaringan PDAM,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/12).
Menurut Abdul, ketersediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan.
Upaya serupa juga dilakukan di wilayah terdampak lainnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengeboran sumur bor difokuskan pada lokasi hunian sementara, hunian tetap, serta titik-titik yang hingga kini jaringan air bersihnya belum dapat dipulihkan.
“Tidak hanya di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, kami juga membangun beberapa titik sumur bor untuk menjamin kebutuhan air masyarakat, baik di lokasi hunian sementara maupun hunian tetap, serta di wilayah yang jaringan PDAM-nya belum bisa dipulihkan,” ujarnya.
BNPB mencatat, hingga saat ini sebanyak 498.447 jiwa masih berada di pengungsian akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengerahkan dukungan kebutuhan pangan, nonpangan, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Selain itu, distribusi bantuan logistik terus berjalan setiap hari. Sebanyak 100 ton bantuan dikirimkan secara rutin dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 22 Desember 2025, total bantuan yang telah tersalurkan mencapai 1.266 ton.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul juga menyampaikan bahwa proses pembersihan wilayah terdampak, termasuk di Aceh Tamiang, masih berlangsung secara intensif dengan mengerahkan personel dan alat berat secara maksimal.
“Di beberapa titik, personel TNI dan Polri bekerja hingga 18 sampai 20 jam per hari untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya.
