BNPB Targetkan Hunian Sementara Warga Aceh Rampung Sebelum Ramadhan

Septiani Teberlina
24 Desember 2025, 08:57
Alat berat membersihkan lahan yang disiapkan untuk pembangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (19/12/2025). BNPB menargetkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Aceh d
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.
Alat berat membersihkan lahan yang disiapkan untuk pembangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (19/12/2025). BNPB menargetkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Aceh dapat diselesaikan pada awal Februari 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh dapat diselesaikan pada awal Februari 2026 atau sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sambil menunggu huntara rampung, pemerintah menyiapkan pengungsian terpadu di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pengungsian terpadu dibangun bekerja sama dengan Kementerian Sosial, TNI, dan Polri. Fasilitas tersebut dilengkapi berbagai layanan dasar untuk mendukung kebutuhan warga selama masa transisi.

“Pembangunan hunian sementara terus berjalan. Pengungsian terpadu akan dibangun di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Fasilitas ini dilengkapi layanan kesehatan, layanan psikososial, serta dapur umum. Hunian sementara ditargetkan selesai sebelum pertengahan Februari atau sebelum awal Ramadhan,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/12).

BNPB mencatat pembangunan huntara dan hunian tetap di Aceh dilakukan di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, dan Pidie. Seluruh proses dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain pembangunan hunian, pembersihan wilayah terdampak bencana juga terus digenjot. Abdul menyebut personel dan alat berat dikerahkan secara maksimal untuk mempercepat pemulihan. Bahkan di beberapa lokasi, personel TNI dan Polri bekerja hingga 18–20 jam per hari.

“Upaya ini dilakukan agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali hidup,” ujarnya.
Di sisi lain, BNPB memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 473.288 jiwa masih berada di pengungsian di wilayah Aceh.

“Kebutuhan makanan dan nonpangan terus kami dukung, sehingga saudara-saudara kita yang masih berada di titik-titik pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah atau sementara tinggal di rumah kerabat tetap mendapatkan dukungan kebutuhan pangan dan sandang,” kata Abdul.

Ia menambahkan, distribusi bantuan logistik terus dilakukan setiap hari. Sekitar 100 ton bantuan dikirimkan secara rutin dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Hingga 22 Desember 2025, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.266 ton.

“Sekitar 100 ton saat ini masih menjadi buffer stock. Antusiasme dan partisipasi masyarakat sangat tinggi. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan donasi yang telah diberikan,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...