Dapur MBG di Bener Meriah Pasok Makanan untuk Pengungsi & Serap Hasil Pertanian

Image title
1 Januari 2026, 17:17
Pengungsi korban banjir dan longsor berada di lokasi pengungsian Desa Tunyang, Bener Meriah, Aceh, Rabu (31/12/2025). Data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh menyebutkan sebanyak 5.479 jiwa dari 232 desa yang tersebar di 10 Keca
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/agr
Pengungsi korban banjir dan longsor berada di lokasi pengungsian Desa Tunyang, Bener Meriah, Aceh, Rabu (31/12/2025). Data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh menyebutkan sebanyak 5.479 jiwa dari 232 desa yang tersebar di 10 Kecamatan mengungsi di 45 lokasi pengungsian pascabanjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 dimana pengungsi masih bertahan di tempat pengungsian hingga selesainya pembangunan hunian sementara yang dibangun Pemerintah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan manfaat ganda bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. 

Selain memastikan pengungsi memperoleh asupan makanan bergizi, program ini juga turut menggerakkan perekonomian lokal melalui penyerapan hasil pertanian dan kebun warga.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Tika, seorang pedagang di Pasar Lampahan, Bener Meriah. Berdasarkan video yang beredar, Ia menilai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rakan Sebet membawa dampak positif, terutama karena dapur MBG tersebut menjadi yang pertama beroperasi pascabencana banjir dan longsor pada akhir November lalu.

Menurut Tika, SPPG Rakan Sebet mulai menyalurkan MBG kepada masyarakat terdampak yang berada di sejumlah posko pengungsian.

“SPPG yang pertama berjalan itu setahu saya SPPG Rakan Sebet, langsung dari yayasan Bapak Presiden. Jadi sesuai arahan Bapak Presiden, yayasan ayo langsung jalan. Jadi enggak hanya bagikan beras atau minyak, sudah bisa bagikan makanan,” ujar Tika saat ditemui di Pasar Lampahan, Rabu (31/12), dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah.

Ia menjelaskan, SPPG Rakan Sebet menyediakan menu makanan lengkap dan bergizi, mulai dari lauk pauk, sayuran, hingga buah-buahan yang hampir tersedia setiap hari. Kehadiran menu tersebut sangat membantu masyarakat di tengah keterbatasan pasokan pangan pascabencana.

“Yang tadinya masyarakat cuma cari ikan asin saja, ikan asin pun hampir Rp20 ribu per ons. Jadi begitu dapat daging, Alhamdulillah,” katanya.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi pengungsi, keberadaan dapur MBG juga dinilai berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal serta penataan aktivitas di posko pengungsian.

“Perputaran ekonomi jadi ada, lalu aktivitas di posko juga lebih tertata. Semua jadi lebih tertib dan terbantu,” kata Tika.

Ia berharap seluruh SPPG di Kabupaten Bener Meriah dapat terus beroperasi dan memprioritaskan penyerapan hasil pertanian lokal yang selama ini sulit dipasarkan ke luar daerah.

“Harapan kami, semua SPPG di Bener Meriah bisa menyerap hasil petani. Jadi hasil pertanian yang sulit dikirim keluar, seperti cabai dan sayur, bisa diserap di sini dan dimanfaatkan untuk MBG,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tika juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak bencana.

“Terima kasih banyak Bapak Presiden atas program MBG dan dukungannya untuk masyarakat kami di sini,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...