Kemenpar Fokus pada Peningkatan Keamanan Wisata pada 2026

Desy Setyowati
2 Januari 2026, 08:31
kemenpar, labuan baji ditutup,
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/bar
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono (kanan) berbincang dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (tengah) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kiri) sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pariwisata atau Kemenpar menyatakan pada 2026 akan berfokus terhadap upaya secara saksama dalam peningkatan keamanan wisata. Hal ini menyusul kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur alias NTT yang memakan korban jiwa.

“Program kami pada 2026, yakni meningkatkan keamanan wisata. dari setiap bagian ini kami ingin melakukan pelatihan, pendampingan, dan edukasi kepada sumber daya di transportasi pariwisata dan semua usaha pariwisata,” kata Menteri Pariwisata atau Menpar Widiyanti Putri Wardhana di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (1/1).

Menpar Widiyanti melihat kondisi cuaca buruk yang terjadi di belahan Indonesia belakangan ini, turut menambah keyakinan bahwa keamanan wisata perlu menjadi prioritas.

Selain terhadap sumber daya manusia pariwisata, koordinasi antar-lembaga juga akan didorong. “Kami ingin berkoordinasi lebih baik lagi dan apabila ada perbaikan, Kementerian Perhubungan juga harus ada perbaikan untuk memastikan semua berjalan baik dan aman,” ujar dia.

Menpar Widiyanti juga menyampaikan duka cita atas kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo, yang mengakibatkan satu anak-anak meninggal dunia dan tiga lainnya hilang. Kementerian Pariwisata mendukung seluruh proses penanganan secara humanis, bertanggung jawab, dan sudah juga mendapat respons positif dari Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

Pelayaran di Labuan Bajo Ditutup Imbas Cuaca Ekstrem

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas III Labuan Bajo menutup sementara aktivitas pelayaran kapal wisata maupun kapal lainnya guna mengantisipasi dampak potensi cuaca ekstrem di wilayah ini.

"Penutupan sementara ini berlaku untuk seluruh wilayah perairan Manggarai Barat," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto dihubungi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (30/12).

Ia menambahkan larangan berlayar tersebut telah disampaikan melalui Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal tentang peringatan potensi cuaca ekstrem tertanggal 29 Desember 2025.

Larangan berlayar itu berdasarkan informasi tinggi gelombang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG dengan nomor No.B/ME.01.02/PDGTI29/DMM/XII/2025 29 Desember 2025.  

"Pelayanan surat persetujuan berlayar (SPB) untuk semua kapal wisata (termasuk speedboat) ditutup sementara sampai cuaca kembali membaik," ujar dia.

Ia juga mengimbau para nakhoda kapal agar memastikan kelaiklautan kapal dan berlindung jika terjadi cuaca buruk. "Memberitahukan kepada kapal lainnya jika mengetahui adanya bahaya cuaca," ujarnya.

Stephanus juga meminta nakhoda kapal agar berlabuh atau mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat dan diawaki serta mesin dalam keadaan standby atau siaga. "Berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...