Pasokan Air Bersih Aceh Tamiang Mulai Normal Usai SPAM Rantau Kembali Beroperasi

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
3 Januari 2026, 08:51
Warga dan pengungsi mengambil air bersih yang didistribusikan Pemerimtah dan lembaga sipil di Desa Dalam, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025).
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.
Warga dan pengungsi mengambil air bersih yang didistribusikan Pemerimtah dan lembaga sipil di Desa Dalam, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pasokan air bersih bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang berangsur pulih setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau kembali beroperasi pascabanjir bandang. Kembalinya layanan ini menjadi langkah penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau pada Rabu (31/12/2025) untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan. Ia menegaskan air yang diproduksi telah memenuhi standar kesehatan.

“Saat ini air sudah mengalir ke reservoir dan sedang diproses. Kualitasnya sudah sesuai standar, jadi secara umum sudah aman,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, air yang sebelumnya tampak keruh kecokelatan terlihat menjadi jernih setelah melalui proses filtrasi. Untuk menunjukkan kualitasnya, Menteri PU bahkan langsung meminum air dari bak penampungan.

SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas 40 liter per detik dan melayani warga Kecamatan Rantau serta wilayah sekitarnya. Sebelumnya, banjir bandang merusak sejumlah komponen vital, mulai dari tanggul IPA, intake, reservoir, hingga sistem pompa dan kelistrikan.

Pemulihan fasilitas ini dipercepat oleh PT Hutama Karya melalui rehabilitasi sistem, optimalisasi pompa, perbaikan mekanikal dan elektrikal, serta pembersihan sisa lumpur. Selama masa transisi, dukungan darurat berupa menara tangki air sementara dan genset turut disiagakan agar layanan tetap berjalan.

Di sela peninjauan, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait tingginya harga air tangki swasta yang sempat melonjak hingga Rp2,7 juta akibat kelangkaan pasokan selama banjir. Menanggapi hal tersebut, Menteri PU sempat berkelakar dengan warga mengenai tarif air yang disediakan pemerintah.

Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur intake dan jaringan distribusi guna memastikan ketahanan pasokan air bersih jangka panjang bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...