Kemendikdasmen Distribusikan 17 Ribu Papan Digital IFP ke Sekolah Sumatra Utara
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat digitalisasi pendidikan di Sumatra Utara melalui distribusi papan tulis digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke ratusan sekolah. Kemendikdasmen mencatat sebanyak 17.073 unit IFP telah dikirimkan ke berbagai satuan pendidikan di provinsi tersebut.
“Untuk digitalisasi pendidikan di Sumut, sebanyak 17.073 unit sudah terkirim, dan yang masih dalam proses pengiriman tinggal delapan unit,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam konferensi pers di Medan, Minggu (4/1).
Khusus Kota Medan, distribusi papan interaktif digital telah mencapai 2.047 unit. Perangkat tersebut disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari 359 PAUD, 21 PKBM, 912 SD, 1 SKB, 12 SLB, 416 SMP, 221 SMA, hingga 105 SMK.
Secara nasional, pemerintah telah menyalurkan papan interaktif digital ke 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus mendorong partisipasi dan antusiasme siswa di ruang kelas.
Selain digitalisasi pembelajaran, pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sekolah di Sumatra Utara. Hingga saat ini, revitalisasi telah menjangkau 897 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp852 miliar, yang meliputi 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB, serta 5 PKBM atau SKB.
“Dari total tersebut, realisasi pekerjaan sudah mencapai 48,5 persen. Sebanyak 431 sekolah masih dalam proses pembangunan. Adapun progres 95 persen telah dicapai oleh 117 sekolah atau sekitar 13,4 persen, dan 349 sekolah atau 39 persen telah selesai 100 persen,” paparnya.
Untuk Kota Medan, revitalisasi sekolah pada 2025 dilakukan di 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,4 miliar. Program ini mencakup 3 PAUD, 6 SD, 6 SMP, 20 SMA, 11 SMK, dan 2 SLB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 satuan pendidikan atau 50 persen masih berada di bawah progres 95 persen. Sementara itu, tiga satuan pendidikan berada pada progres 95–99 persen, dan 21 satuan pendidikan atau sekitar 44 persen telah selesai sepenuhnya.
“Sekolah-sekolah yang masih dalam tahap penyelesaian ditargetkan selesai 100 persen pada akhir Januari 2026. Mudah-mudahan pada Februari seluruhnya sudah bisa digunakan secara optimal untuk pembelajaran yang berkualitas,” tutup Abdul Mu’ti.
