Airlangga dan Purbaya Sebut Konflik AS – Venezuela Tak Timbulkan Tekanan Ekonomi

Muhamad Fajar Riyandanu
5 Januari 2026, 17:18
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pembukaan perdagangan saham tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pembukaan perdagangan saham tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menilai situasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela belum memicu dampak signifikan terhadap perekonomian dalam negeri. Keterangan ini menyusul kondisi sejumlah indikator utama seperti harga minyak dunia dan pergerakan pasar saham domestik masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah kini cenderung terus memantau perkembangan situasi geopolitik terkini seusai meletusnya konflik AS-Venezuela.

Menurut Airlangga dampak konflik AS-Venezuela belum begitu mempengaruhi harga minyak global dalam beberapa hari terakhir. "Harga minyak masih relatif rendah, masih sekitar US$ 63 per barel," kata Airlangga di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (5/1).

Airlangga menyampaikan pemerintah belum menyiapkan langkah antisipasi khusus dalam menyikapi dampak turunan ketegangan AS-Venezuela kali ini. "Kita tidak ada aset (di Venezuela)," ujarnya.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai dampak ketegangan AS–Venezuela terhadap pasar minyak global dan perekonomian Indonesia cenderung minim. "Karena Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia juga kan," ujarnya.

Purbaya juga mengatakan sentimen investor justru cenderung lebih positif pada sisi pasar keuangan. Ia menyebut pasar saham bergerak naik sehingga menunjukkan pelaku pasar belum melihat ketegangan AS-Venezuela sebagai risiko besar terhadap perekonomian nasional.

"Dampak ekonomi kalau saya lihat agak jauh. Kalau lihat pasar saham malah naik, pasar melihat justru sedikit positif, agak aneh sebetulnya," kata Purbaya.

Ia menilai dinamika geopolitik internasional saat ini semakin sulit diprediksi seiring melemahnya kepatuhan terhadap hukum internasional. Menurut Purbaya, konflik antarnegara kini dapat terjadi tanpa melalui mekanisme pengawasan yang jelas dari lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Artinya, kita harus selalu memelihara kekuatan kita. Jadi sekarang kelihatannya hukum dunia agak aneh," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...