Prabowo Singgung Konflik AS-Venezuela di Retreat Kabinet Hambalang

Muhamad Fajar Riyandanu
6 Januari 2026, 20:34
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan diantaranya program
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan diantaranya program makan gizi gratis hingga swasembada pangan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Taklimat Awal Tahun tersebut.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto turut menyinggung dinamika konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela saat menggelar retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat pada Selasa (6/1).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan Prabowo memberikan gambaran secara umum terhadap situasi konflik kedua negara tersebut. “Beliau (presiden) hanya memberikan gambaran saja secara umum saja,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers saat jeda retreat.

Prasetyo Hadi menekankan sikap Indonesia tetap berpegang pada posisi yang telah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri. Pemerintah menilai dinamika politik di Venezuela merupakan urusan masing-masing negara dan menjadi bagian dari hubungan internasional yang harus disikapi secara proporsional.

“Kita lebih baik konsentrasi di dalam. Sudah disampaikan oleh Pak Menteri Luar Negeri bahwa itu menjadi, intinya (urusan) masing-masing negara,” ujar Prasetyo Hadi.

Kemlu melalui akun X pada Senin (5/1), menyampaikan keprihatinan atas tindakan yang melibatkan ancaman kekerasan. Kemlu mengatakan, setiap penggunaan kekerasan berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Kementerian juga meminta komunitas internasional menghormati hak rakyat Venezuela.

"Sangat penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela untuk menjalankan kedaulatan mereka dan menentukan jalan serta masa depan mereka sendiri," demikian pernyataan Kemlu lewat akun X mereka, Senin (5/1).

Indonesia juga mendesak semua pihak berdialog dan menahan diri serta menghormati hukum internasional, serta enghormati Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan hukum internasional.

"Khususnya perlindungan warga sipil, yang keselamatan dan kesejahteraannya harus tetap menjadi prioritas utama," demikian keterangan resmi Kemlu.

Militer Amerika Serikat (AS) telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi pada Sabtu (3/1) dini hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan, Amerika akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan memanfaatkan cadangan minyak negeri Amerika Latin tersebut.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (4/1).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...