Perbaiki Kualitas, Prabowo Minta Disiplin Prosedur MBG Ditingkatkan

Tim Publikasi Katadata
7 Januari 2026, 08:52
Sejumlah siswa menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gunung Lipung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/12/2025). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap menyalurkan bantuan MBG selama tiga hari berupa susu, buah, roti, biskuit, dan keju p
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/YU
Sejumlah siswa menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gunung Lipung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/12/2025). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap menyalurkan bantuan MBG selama tiga hari berupa susu, buah, roti, biskuit, dan keju pada masa libur sekolah guna memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan tidak ada lagi persoalan teknis terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Presiden menekankan pentingnya agar MBG dapat berjalan dengan maksimal untuk para penerima manfaat, sehingga disiplin dalam prosedur teknis harus diperketat.

“Beliau (Prabowo) menginginkan agar disiplin prosedur ditingkatkan. Berdasarkan laporan dari Kepala BGN, di bulan Desember masih ada sekitar 15 kejadian yang tidak diinginkan. Bapak Presiden meminta agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Prasetyo usai Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Bogor, pada Selasa (6/1), dilansir Badan Komunikasi Pemerintah.

Prasetyo juga menegaskan bahwa tidak ada kendala anggaran dalam program MBG. Untuk tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp335 triliun dalam APBN untuk mendukung program ini.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, MBG telah memberikan manfaat kepada 55 juta anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia. 

Capaian ini dianggap membanggakan, mengingat negara-negara lain membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai target serupa. Prabowo mencontohkan Brasil yang memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dari program yang sama.

“Kita hanya dalam satu tahun sudah mencapai 55 juta penerima manfaat. Apakah ada kekurangan? Pasti ada. Dalam usaha sebesar ini, tidak ada yang sempurna,” kata Prabowo.

Meskipun mengakui adanya kekurangan, Prabowo menyebutkan bahwa keberhasilan program MBG telah mencapai 99,99 persen. Meski begitu, dia menekankan bahwa pemerintah belum puas dengan capaian tersebut dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitasnya.

“Kita berharap untuk mencapai zero defect. Itu yang harus kita capai. Kami tidak puas dengan kekurangan sekecil apapun, dan kami akan terus berupaya mengatasi dan memperbaikinya,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...