BGN Targetkan 82 Juta Penerima MBG pada Semester I 2026

Mela Syaharani
13 Januari 2026, 09:01
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan arahanya dalam rapat koordinasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di GOR Indoor Kompleks Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/10/2025). Badan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan arahanya dalam rapat koordinasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di GOR Indoor Kompleks Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/10/2025). Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat koordinasi yang diikuti 4020 peserta tersebut menyampaikan langkah antisipasi kejadian khusus program MBG diantaranya melalui perbaikan manajemen operasional SPPG, penerapan sertifikasi keamanan pangan SPPG, standarisasi bah
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah telah menetapkan target penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 mencapai 82,9 juta orang. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana berharap target ini bisa tercapai di semester pertama 2026.

“Kami asumsikan itu bisa dicapai pada paruh pertama 2026, mudah-mudahan Mei sudah tercapai,” kata Dadan kepada Katadata, Kamis (6/1).

Hingga 6 Januari 2026, program MBG sudah tersebar di 38 provinsi dengan jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) mencapai 19.188 unit. Jumlah ini berkembang pesat dibandingkan awal MBG diluncurkan pada Januari 2025. 

12 Kejadian

Dadan menyampaikan kala itu operasional MBG hanya berisikan 190 SPPG dengan jangkauan layanan sebanyak 570 ribu manfaat. Per 31 Desember 2025, jumlah penerima manfaat MBG sudah meraup angka 55,1 juta orang.

“Alhamdulillah berjalan cepat dan sebagian besar berjalan baik. Masih ada kekurangan di sana sini,” ujarnya.

Dia mengaku angka kecelakaan MBG pada Desember 2025 mencapai 12 kejadian. Menurutnya jumlah tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan BGN agar pada 2026 bisa lebih baik.

Selain angka kejadian, Dadan mengatakan saat ini anggaran yang dialokasikan BGN untuk pelaksanaan MBG mencapai Rp 855 miliar per hari. Jumlah tersebut mayoritas atau 70%-nya dialokasikan untuk membeli bahan baku.

Hampir seluruh bahan baku yang digunakan dalam program ini berasal dari produk pertanian, peternakan, hingga nelayan. “Jadi saya kira kalau mereka mulai tersenyum sekarang karena produk-produknya dibeli sangat masif oleh seluruh SPPG yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...