Prabowo: Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Negara dalam Memutus Kemiskinan

Tim Publikasi Katadata
13 Januari 2026, 09:54
Kunjungan sekolah rakyat oleh Prabowo
BPMI Setpres
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan program Sekolah Rakyat menjadi wujud konkret kehadiran negara dalam melindungi dan membela anak-anak dari keluarga miskin serta kelompok paling rentan. Program ini diposisikan sebagai instrumen negara untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini tertinggal secara struktural.

Menurut Prabowo, Sekolah Rakyat menjadi terobosan kebijakan yang mencerminkan keberanian negara keluar dari paradigma pembangunan lama yang terlalu menekankan pertumbuhan ekonomi, namun kurang memberi perhatian pada pemerataan dan keadilan sosial. Ia menilai pendekatan tersebut tidak sepenuhnya relevan dengan realitas sosial Indonesia.

Prabowo juga mengkritik praktik neoliberalisme yang mengandalkan efek limpahan kekayaan dari kelompok elite kepada masyarakat bawah. Ia menilai asumsi tersebut tidak pernah benar-benar terwujud di lapangan.

“Katanya, lama-lama kekayaan itu akan menetes ke bawah. Ini teori, tapi kenyataannya, menetesnya kapan sampai ke bawah?” ujar Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, di Banjarbaru, dikutip dari Badan Komunikasi RI, Selasa (13/1).

Ia menegaskan, Indonesia yang lahir dari perjuangan panjang kemerdekaan masih mewarisi persoalan kemiskinan struktural. Karena itu, negara perlu mengambil langkah-langkah luar biasa agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat paling bawah.

Dalam konteks tersebut, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas terbaik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Model ini ditujukan untuk memberi kesempatan yang setara bagi siswa yang selama ini nyaris tidak memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas.

Prabowo mengaku terharu melihat capaian awal Sekolah Rakyat yang baru berjalan sekitar enam bulan. Meski masih dalam tahap awal, sejumlah siswa telah menunjukkan prestasi akademik yang dinilai melampaui ekspektasi.

“Saya kagum. Baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade, juara olimpiade matematika. Luar biasa. Saya sangat terkesima, sangat terharu. Bahkan tadi sulit menahan air mata,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang ekonomi keluarga mereka. Prabowo menilai orang tua dari keluarga miskin dan rentan justru memiliki kemuliaan moral yang lebih tinggi dibanding mereka yang berpendidikan tinggi tetapi menyalahgunakan kekuasaan.

“Mereka lebih mulia daripada orang-orang pintar tapi koruptor.  Koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa,” katanya.

Ke depan, Prabowo menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 500 ribu siswa. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan, tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” yakin dia.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk menghapus kemiskinan, selama negara hadir dan mampu memastikan pengelolaan keuangan publik berjalan bersih dan akuntabel.

“Pendidikan adalah cara paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi pendidikan butuh uang. Kalau uang kita dicuri, dikorupsi, maka tidak akan cukup untuk membangun semua sekolah dan kampus yang ingin kita bangun,” pungkasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...