Mahasiswa Papua Bertemu Prabowo di London, Serahkan Buku tentang Perdamaian
Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke London, Inggris, meninggalkan kesan mendalam bagi Steve Mara, mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Bradford. Steve mengaku pertemuan tersebut menghadirkan kebahagiaan sekaligus menjadi suntikan energi positif bagi mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu jauh dari tanah air.
Pertemuan itu merupakan kali kedua Steve berjumpa dengan Prabowo. Sebelumnya, ia sempat bertemu saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.
“Saya sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Presiden sudah datang mengunjungi kami di Inggris,” ujar Steve seperti terlihat dalam video yang dibagikan Sekretariat Kepresidenan, Senin (19/1/2026).
Steve menilai, di tengah situasi global yang diliputi konflik dan ketegangan, Prabowo konsisten membawa pesan perdamaian dalam berbagai kesempatan. Ia pun mengapresiasi kerja keras Prabowo dalam memimpin Indonesia.
“Terima kasih untuk kerja kerasnya, untuk semangatnya untuk Indonesia. Kita tahu di situasi dunia yang lagi kurang baik, tidak damai, tetapi Bapak Presiden selalu hadir dengan pesan perdamaian dan ini sangat luar biasa,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Steve juga menyerahkan buku terbarunya kepada Prabowo. Buku yang dirilis pada akhir 2025 itu berjudul 'We All Want to Live in Peace', yang mengangkat tema perdamaian dan dinilainya sejalan dengan pesan yang selama ini disuarakan Prabowo.
“Saya juga sempat menyerahkan buku saya yang saya tulis tentang ‘We All Want to Live in Peace’, saya baru launching akhir tahun 2025 kemarin,” kata Steve.
“Kebetulan gambar atau foto yang saya gunakan itu, cover-nya adalah gambarnya Bapak Prabowo pada saat kunjungan ke Papua,” tambahnya.
Steve menjelaskan, buku tersebut merupakan refleksi mendalam mengenai makna perdamaian, baik secara personal maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. “Buku ini bercerita tentang bagaimana kita berdamai, baik dengan diri sendiri maupun dengan sesama, serta bagaimana kita menciptakan perdamaian di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pesan Prabowo yang masih diingatnya sejak pertemuan pertama mereka. Saat itu, Steve baru menyelesaikan studi S2 di Universitas Pertahanan dan bersiap melanjutkan pendidikan ke Inggris.
“Beliau menyampaikan saya harus menjalankan studi dengan baik, supaya pulang mengabdi untuk menjaga perdamaian di Indonesia dan berkontribusi juga untuk perdamaian dunia,” tutupnya.
