Prabowo Singgung Kampung Nelayan hingga Kopdes Merah Putih saat Pidato di WEF

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Januari 2026, 12:12
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di World Economic Forum di Davos, Kamis (22/1)
Antara
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di World Economic Forum di Davos, Kamis (22/1)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan berbagai programnya saat berpidato di World Economic Forum 2026, Davos, Swiss, Kamis (22/1). Beberapa program yang dijelaskan Prabowo adalah pembangunan kampung nelayan hingga Koperasi Desa Merah Putih.

Di depan audiens WEF, Prabowo menargetkan pembangunan seribu Kampung Nelayan sepanjang 2026. Ia mengatakan, satu kampung ditargetkan dapat dihuni oleh 2 ribu nelayan.

Prabowo memproyeksikan pembangunan kampung nelayan secara menyeluruh dapat memberi dampak positif paling minim kepada 10 juta nelayan berserta istri dan anak-anaknya. Program ini juga diperkirakan berdampak secara tidak langsung kepada setidaknya 40 juta warga Indonesia.

"Kami akan membangun setidaknya seribu kampung tahun ini, tetapi sebenarnya kami ingin mengalokasikan dana untuk 5 ribu kampung nelayan," kata Prabowo saat berpidato di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1).

Prabowo menceritakan proyek percontohan kampung nelayan di Biak, Papua, yang dapat meningkatkan rata-rata 60% pendapatan tahunan mereka.

"Karena sebelumnya mendapatkan es sangat sulit bagi mereka. Tidak ada pabrik pembuatan es di dekat desa mereka. Untuk mendapatkan solar yang sangat jauh, kami akan membangun stasiun pengisian bahan bakar diesel di setiap desa," ujarnya.

Prabowo juga mengatakan, Indonesia tengah dalam proses membangun 83 ribu Koperasi Desa Merah Putih di sejumlah titik. Koperasi itu akan dilengkapi dengan gerai sembako, toko obat, gudang serta penyimpanan pendingin yang berfungsi menyimpan hasil panen atau tangkapan nelayan.

Koperasi itu juga ditunjuk menjadi distributor tunggal untuk berbagai komoditas bersubsidi, seperti LPG 3 kg, pupuk bersubsidi hingga sembako murah.

Ia optimistis, kehadiran koperasi di desa mampu menyediakan beragam bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat desa. Salah satu caranya adalah dengan memangkas rantai pasok distribusi yang panjang selama ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...