Pramono: Jakarta akan Tanggung Biaya Modifikasi Cuaca Wilayah Penyangga Jakarta

Agustiyanti
23 Januari 2026, 16:57
pramono, modifikasi cuaca, banjir, jakarta
Katadata/Fauza Syahputra
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kiri) bersama mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (kedua kanan) menyampaikan keterangan usai meninjau pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperpanjang pelaksanaan operasi modifikai cuaca atau OMC untuk mencegah banjir parah di Ibu Kota yang semula berakhir hari ini menjadi hingga 27 Januari 2025. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga memastikan, Jakarta akan ikut menanggung biaya modifikasi cuaca untuk wilayah penyangga, seperti Bekasi, Depok, dan tangerang.

“Kami akan bekerja sama untuk itu. Termasuk mungkin daerah lain, biaya untuk OMC kan pasti nggak ada sehingga dengan demikian Jakarta pasti akan berkontribusi untuk itu,” kata Pramono seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/2).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB dan BMKG untuk memperkuat OMC di wilayah Jabodetabek guna mengurangi intensitas curah hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga akhir Januari. Jakarta juga akan bekerja sama dengan BNPB melakukan modifikasi cuaca di wilayah sekitar.

"Jadi apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk Jakarta pasti kami jalankan,” kata Pramono.

Pramonojuga meminta agar OMC diperpanjang hingga 27 Januari 2026. Sebelumnya, OMC direncanakan hanya sampai 23 Januari 2026  Hal itu dilakukan karena ia tak ingin Jakarta tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

“Saya tidak mau terulang kembali bahwa kita tidak persiapkan untuk itu. Walaupun persoalan yang menyangkut modifikasi cuaca ini ada kritik dari banyak orang. Menurut saya nggak apa-apa,” ujar Pramono.

Pramono pun mengizinkan agar penerbangan OMC dilakukan maksimal tiga kali dalam sehari. Dengan demikian diharapkan, curah hujan di Jakarta tak terlalu parah dan banjir dapat dihindari.

“Kalau nanti kemudian kami prediksi masih perlu dilakukan hal yang sama, kami akan melakukan untuk itu,” kata Pramono.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...