Prabowo Sebut Sawit sebagai Miracle Crop, Diminta Negara Lain
Presiden Prabowo Subianto menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib karena dinilai sebagai komoditas strategis bagi sektor pangan maupun energi. Ia menilai sawit punya nilai ekonomi tinggi untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional dan berkah buat dunia.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada 4.011 peserta rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2). "Kelapa sawit bagi saya itu miracle crop," kata Prabowo.
Ia turut menanggapi adanya kritik dari sejumlah kelompok yang memandang negatif pengembangan kelapa sawit. Menurut Prabowo, pemanfaatan sawit sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan rakyat Indonesia.
"Prabowo mau bikin kelapa sawit. Iya, untuk rakyat Indonesia. Karena kelapa sawit itu tidak hanya untuk minyak goreng," ujarnya.
Selain sebagai bahan baku minyak goreng, Prabowo mengatakan kelapa sawit juga dapat diolah menjadi puluhan produk turunan seperti roti, sabun, cat, hingga campuran bahan bakar nabati untuk solar dan avtur.
"Jadi bio solar itu akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar. Yang mau pakai bensin terus silahkan, ya orang kaya bayar aja, harga dunia, tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar, pesawat terbang avtur, kita nanti produsen avtur, bisa yang terbesar di dunia. Bahkan limbahnya kelapa sawit, jelantah itu bahan untuk avtur," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan menyampaikan prioritas pemanfaatan limbah kelapa sawit hanya bagi kebutuhan dalam negeri sebelum membuka keran ekspor. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
"Saya keliling dunia. Hampir semua pemimpin negara minta ke saya mohon Indonesia supply kelapa sawit CPO. Mesir, Pakistan, Rusia, Belarus. Di mana-mana. Tolong kelapa sawit. Artinya it's a very strategic commodity," ujar Prabowo. "Maaf bangsa-bangsa lain. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit."
