Prabowo Tantang Lawan Politik Bertarung di 2029: Jangan Rusak Persatuan Bangsa

Muhamad Fajar Riyandanu
2 Februari 2026, 15:38
Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan kepala daerah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa B
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan kepala daerah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pimpinan DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, dan BPS tersebut bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden menuju In
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perbedaan pandangan politik tidak boleh dijadikan alasan untuk merusak persatuan bangsa. Ia meminta kritik terhadap individu atau kelompok tertentu tidak dibelokkan menjadi narasi yang menjelekkan Indonesia secara keseluruhan.

Ia menyatakan kontestasi politik seharusnya ditempuh melalui jalur demokratis, bukan dengan memicu kegaduhan di ruang publik. Prabowo secara terbuka mempersilakan pihak-pihak yang tidak sepaham dengannya untuk berhadapan secara politik pada pemilihan presiden (Pilpres) 2029 mendatang.

“Ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa. Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka dengan Prabowo, silakan. 2029, bertarung,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada 4.011 peserta rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2).

Prabowo juga menyinggung maraknya aksi demonstrasi yang dianggap berpotensi disusupi kepentingan tertentu. Ia menyampaikan pemerintah menghormati hak menyampaikan pendapat, sembari menolak aksi yang mengarah pada kerusuhan dan perusakan fasilitas publik.

“Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, saya katakan itu membahayakan. Itu pidana,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan justru berdampak negatif terhadap iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja. Ia menilai demonstrasi berulang tidak akan mendorong terbukanya pabrik atau masuknya investasi baru.

Prabowo juga mengklaim adanya indikasi keterlibatan kekuatan asing dalam mengendalikan kelompok-kelompok tertentu yang memicu kerusuhan saat demonstrasi.

“Kamu lima ribu kali demo, tidak akan ada satu pabrik dibuka. Jadi kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Yakin saya, dan saya punya bukti,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...