Prabowo Sebut MBG Buka 1 Juta Lapangan Kerja Tahun Lalu
Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah berhasil menciptakan lebih dari 1 juta lapangan kerja sepanjang tahun lalu dari program Makan Bergizi Gratis. Sebab, setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG telah menyerap 50 orang untuk beroperasi.
Kepala Negara mencatat total dapur yang beroperasi telah mencapai 22.575 unit untuk melayani sekitar 60 juta orang penerima manfaat. Dengan kata lain, program MBG telah menyerap 1,12 juta tenaga kerja sejak berjalan pada 6 Januari 2025.
"Kami sudah menciptakan lapangan kerja untuk 1 juta orang, mereka digaji setiap hari," kata Prabowo dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Senin (2/2).
Mantan Anggota TNI ini menilai penciptaan lapangan kerja menjadi tuntutan utama masyarakat selama selama pemerintahannya tahun lalu. Sebab, saat ini ada selisih antara pembukaan lapangan kerja dan jumlah penambahan angkatan kerja dan pengangguran terbuka.
Badan Pusat Statistik (BPS) mendata jumlah lapangan kerja yang terbuka selama 12 bulan hingga Agustus 2025 hanya mencapai 1,9 juta orang. Sementara itu, total pencari kerja dari angkatan kerja baru dan pengangguran terbuka mencapai 9,35 juta orang.
Prabowo mensinyalir total lapangan kerja dalam program MBG akan terus bertambah hingga 5 juta orang. Sebab, total penerima manfaat program MBG ditargetkan mencapai 82 juta selambatnya akhir tahun ini.
Adapun Badan Gizi Nasional menargetkan 30.000 dapur SPPG dapat beroperasi pada Maret 2026 untuk melayani 82 juta orang penerima manfaat.
Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo menyoroti ketimpangan permintaan dan pasokan tenaga kerja di dalam negeri. Fenomena tersebut dinilai menjadi akar tingginya angka pengangguran generasi Z yang kini berkontribusi hingga 67% dari jumlah pengangguran terbuka.
Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani mengatakan total pembukaan lapangan kerja hanya mencapai 2 juta sampai 4,5 juta orang per tahun. Sedangkan, total pengangguran terbuka saat ini mencapai 9 juta orang. Kondisi tersebut diperburuk dengan bertambahnya angkatan kerja antara 2 juta sampai 4 juta orang per tahun.
"Kondisi ini membuktikan pencarian lapangan kerja saat ini semakin sulit. Sebab, rasio lapangan kerja dan pencari kerja telah naik dari 1:3 menjadi 1:16 saat ini," kata Shinta di Jakarta Selatan, Rabu (5/11).
