Prabowo Sebut Kegagalan Elit Kelola Kekayaan Nasional Jadi Penyebab Kemiskinan

Muhamad Fajar Riyandanu
2 Februari 2026, 16:12
Presiden Prabowo Subianto bersiap membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Presiden Prabowo Subianto bersiap membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pimpinan DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, dan BPS tersebut bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menilai kegagalan dalam mengelola kekayaan nasional menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka kemiskinan. Ia menilai kondisi tersebut antara lain dipicu oleh belum optimalnya peran unsur elit pimpinan dalam menjaga dan mengelola kekayaan bangsa.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada 4.011 peserta rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2).

"Kita harus akui bahwa elit Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Ia menguraikan kelompok elit yang dimaksud merujuk pada pemimpin politik, elit TNI-Polri, pimpinan lembaga yudikatif hingga profesor atau akademisi.

"Apa arti elit? Elit itu ya pemimpin. Ada elit akademisi para profesor, elit politik dari para pemimpin politik, elit tentara dan polisi dan elit yudikatif," ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyoroti situasi kemiskinan masih menjadi persoalan besar di Indonesia meskipun negara ini memiliki kekayaan alam melimpah. Prabowo menyerukan agar para pemimpin di semua level badan dan lembaga secara bersama memperbaiki diri dalam upaya pengambilan keputusan.

Langkah tersebut dianggap penting untuk memastikan pengelolaan kekayaan alam diarahkan bagi sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

"Mari kita sekarang membulatkan tekad membenahi diri dan unsur kita, lingkungan, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad untuk menyelamatkan, menjaga dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat," kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...