Pemerintah Sebut Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Alami Perbaikan

Tim Publikasi Katadata
5 Februari 2026, 17:39
Warga duduk di tepi Waduk Pluit dengan latar belakang permukiman kumuh dan gedung apartemen di Penjaringan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Berdasarkan data BPS yang dirlis pada Juli 2025, DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan rasio gini atau tingkat
ANTARA FOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/app/tom.
Warga duduk di tepi Waduk Pluit dengan latar belakang permukiman kumuh dan gedung apartemen di Penjaringan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Berdasarkan data BPS yang dirlis pada Juli 2025, DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan rasio gini atau tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang tertinggi yaitu sebesar 0,441 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat 0,375.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia mengalami penurunan pada September 2025, yang terlihat dari penurunan rasio gini dibandingkan periode sebelumnya.

Pada September 2025, rasio gini Indonesia tercatat sebesar 0,363 atau turun 0,012 poin dibandingkan dengan Maret 2025 yang tercatat sebesar 0,375. Dibandingkan dengan September 2024, gini ratio juga menurun 0,018 poin dari posisi 0,381.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam ketimpangan pengeluaran masyarakat Indonesia.

“Secara nasional, rasio gini pada September 2025 tercatat sebesar 0,363, mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 maupun September 2024,” ujar Amalia di Jakarta, Kamis (5/2), dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah.

Penurunan ketimpangan terlihat baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di daerah perkotaan, rasio gini pada September 2025 tercatat sebesar 0,383, lebih rendah dibandingkan dengan Maret 2025 yang tercatat sebesar 0,395 dan September 2024 yang tercatat sebesar 0,402.

Sementara itu, di daerah perdesaan, rasio gini pada September 2025 tercatat sebesar 0,295, turun dari 0,299 pada Maret 2025 dan 0,308 pada September 2024.

Berdasarkan ukuran ketimpangan versi Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 19,28 persen. Jika dirinci, di perkotaan angkanya sebesar 18,32 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 22,09 persen.

Data ini menunjukkan tren penurunan ketimpangan pengeluaran di Indonesia hingga September 2025, baik secara nasional maupun di wilayah perkotaan dan perdesaan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...