Prabowo: Jangan-jangan Perlu Sedikit Otoriter untuk Lawan Koruptor
Presiden Prabowo Subianto menanggapi tudingan yang menyebut dirinya memiliki kecenderungan pimpinan otoriter. Prabowo mengatakan sistem demokrasi di Indonesia masih berjalan. Ia memberi contoh bahwa tanpa demokrasi, dirinya tidak mungkin terpilih sebagai presiden.
“Untung kita masih negara demokrasi kan? benar ya? Agak demokrasi. Lumayan lah demokrasi kita. Kalau nggak ada demokrasi, gue nggak jadi presiden, loh,” kata Prabowo saat memberikan arahan dalam Indonesia Economic Outlook yang berlangsung di Wisma Danantara pada Jumat (13/2).
Prabowo sempat melontarkan candaan bahwa sebagian masyarakat justru menginginkan negara bersikap lebih otoriter dalam menghadapi koruptor. Ia menilai upaya pemberantasan korupsi perlu langkah tegas.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, pemerintah yang ia pimpin tetap berpegang pada prinsip demokrasi dan memilih jalur moderat dalam menjalankan penyelenggaraan negara.
“Kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit otoriter untuk melawan koruptor-koruptor itu. Tapi kita demokratis, kita masih moderat. Banyak negara lain hari ini (orangnya) ada, besoknya nggak ada. Jangan-jangan efektif yang begitu,” ujar Prabowo.
Prabowo kembali berkelakar di hadapan hadirin, termasuk para diplomat asing, dengan menegaskan bahwa dirinya menganut jalur demokratis. Pernyataan itu disambut tawa para hadirin.
“Waduh ada banyak wartawan nih. Ada lagi banyak duta besar, negara barat lagi. Waduh, I am completely democratic, completely (saya benar-benar demokratis),” kata Prabowo.
