Trump Pidato di Dewan Perdamaian, Puji Indonesia karena Kirim Pasukan ke Gaza
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi membuka pertemuan Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2). Dalam pertemuan perdana itu, Trump mengatakan lima negara telah setuju mengerahkan pasukan sebagai bagian dari stabilisasi internasional di wilayah Gaza.
Secara khusus, Trump juga memuji Indonesia yang mengirimkan pasukan untuk menjaga gencatan senjata. Pujian dilontarkan di depan Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam agenda tersebut.
"Secara khusus kepada Indonesia, terima kasih banyak, negara besar," kata Trump seperti disiarkan dalam Youtube Gedung Putih, Jumat (20/2) dini hari.
Lima negara yang mengirimkan pasukan adalah Indonesia, Albania, Kazakstan, Kosovo, dan Maroko. Pasukan akan dikerahkan ke Rafah sebagai lokasi pertama rekonstruksi.
Selain itu, Trump mengatakan sembilan negara telah setuju menyumbangkan US$ 7 miliar atau setara Rp 118,2 triliun. Sembilan donatur tersebut adalah Arab Saudi, Azerbaijan, Kazakstan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uzbekistan.
“Setiap dolar yang disumbangkan adalah investasi dalam stabilitas dan harapan akan (kawasan) baru dan harmonis,” kata Trump dikutip dari Associated Press.
Trump juga mengumumkan bahwa AS menjanjikan $10 miliar untuk Dewan Perdamaian. Meski demikian, dia tidak menjelaskan untuk apa uang itu akan digunakan.
Dia juga mengatakan Dewan Perdamaian akan menjadikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap ada di masa depan. Menurutnya, dewan akan mengawasi kerja PBB pada masa depan.
"Suatu hari nanti saya tidak akan berada di sini, (tapi) PBB akan tetap ada," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, pimpinan Pasukan Stabilisasi Internasional, Mayjen Jasper Jeffers mengatakan 20 ribu tentara dan 12 ribu polisi akan terlibat dalam stabilisasi Gaza.
Indonesia menjanjikan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza sebanyak 8.000 orang. Untuk awalnya, RI akan mengirimkan 1.000 pasukan dalam waktu dekat.
