Prabowo di Board of Peace: Solusi 2 Negara Satu-Satunya Jalan Perdamaian Gaza

Muhamad Fajar Riyandanu
20 Februari 2026, 08:17
prabowo, gaza, dewan perdamaian
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menilai solusi dua negara atau two state solution sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian di Gaza. Solusi dua negara memungkinkan Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan.

“Bagi kita, satu-satunya solusi jangka panjang adalah solusi dua negara,” kata Prabowo saat sesi konferensi pers setelah menghadiri pertemuan perdana negara anggota Board of Peace yang berlangsung di US Institute of Peace, Washington, pada Kamis (19/2) waktu setempat.

Prabowo mengatakan forum pertemuan negara anggota BoP berjalan produktif. Ia mengatakan, kemajuan distribusi bantuan pangan dan kebutuhan dasar rakyat Gaza berangsur pulih dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya kira aliran bantuan makan, bantuan kebutuhan rakyat Gaza, tertinggi selama beberapa tahun,” ujarnya.

Ia juga turut menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengirim delapan ribu personel ke Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) di Gaza dalam waktu 1–2 bulan ke depan.

"Mungkin kelompok-kelompok advance mungkin tidak lama, mungkin 1-2 bulan ini juga," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Ia turut mengatakan Indonesia dipercaya untuk menempati posisi Wakil Komandan atau Deputy Commander pasukan International Stabilization Force (ISF) yang bertugas mengawal misi perdamaian sekaligus menghentikan konflik bersenjata antara militer Israel dan Hamas. 

Adapun mayoritas pasukan Indonesia yang akan dikirim untuk misi BoP berasal dari unit zeni dan kesehatan.

Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, sebelumnya mengatakan, sejauh ini ada lima negara yang telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan untuk BoP. Mereka yakni Indonesia, Maroko, Kazakstan, Kosovo, dan Albania.

Sementara itu, Mesir dan Yordania bersedia mengirim sejumlah personel untuk melatih kepolisian Palestina di Gaza. Pasukan ini disebut sebagai solusi keamanan internal jangka panjang di Gaza.

Jasper Jeffer juga menyampaikan bahwa Indonesia telah bersedia menerima posisi sebagai Deputy Commander atau Wakil Komandan ISF. "Indonesia telah menerima posisi Deputi Komandan untuk ISF. Kami berharap langkah awal ini dapat menghadirkan keamanan," ujarnya, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube The White House pada Kamis (19/2).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...