Kemenhan Bantah Bantu Agrinas Impor Ratusan Ribu Pick Up India

Andi M. Arief
26 Februari 2026, 11:28
india, pick up, kemenhan
Dok. Mahindra
Mobil pick up Mahindra Scorpio
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pertahanan membantah menjadi pendukung importasi 105.000 mobil bak terbuka atau pick-up dari India bermerek Mahindra Scorpio. Namun Kemenhan mengakui telah menerima empat mobil Mahendra Scorpio dari PT Agrinas Pangan Nusantara belum lama ini.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan empat mobil tersebut akan digunakan untuk penanggulangan bencana di Pulau Sumatra. Menurutnya, Mahendra Scorpio akan membantu TNI dalam distribusi logistik maupun pergerakan manusia di daerah bencana.

"Tidak benar bahwa penerimaan empat Mahendra Scorpio bagian dari usaha Kemenhan melakukan pemudahan importasi dan sebagainya," kata Ricardo di Jakarta Pusat, Rabu (25/2).

Ricardo mengatakan Direktur Utama Agrinas Pangan akan memberikan klarifikasi terkait hibah empat unit Mahindra Scorpio dalam waktu dekat. Ricardo mengatakan hibah tersebut telah diteruskan ke daerah bencana di Sumatera saat ini.

PT Agrinas Pangan Nusantara mengklaim mampu menghemat anggaran hingga Rp 46,5 triliun berkat pengadaan 105 ribu unit pick up (pikap) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui skema impor dari India.  

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan efisiensi itu berasal dari anggaran pengadaan sarana dan prasarana proyek Koperasi Desa Merah-Putih, yang bersumber dari pinjaman Bank Himbara sejak Oktober tahun lalu.  

“Dengan pengadaan sarana-prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 46 triliun,” kata Joao dalam konferensi pers di kantornya, di Jakarta Timur, Selasa (23/2).

Dalam dokumen yang ditunjukkan, total nilai pengadaan jika mengacu pada harga e-catalog mencapai Rp 121,25 triliun. Namun, melalui proses negosiasi dan kontrak langsung, Agrinas menekan nilai kontrak menjadi Rp 74,71 triliun.

Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp 46,54 triliun antara harga e-catalog dan nilai kontrak aktual. Selisih tersebut diklaim sebagai bentuk efisiensi yang berhasil dicapai dalam proses pengadaan.

Joao mengaku telah melakukan pertemuan dan negosiasi dengan sejumlah produsen mobil dalam negeri sebelum mengimpor. Agrinas telah mengundang sejumlah produsen otomotif nasional, termasuk Grup Astra yang menawarkan berbagai merek seperti Suzuki, Isuzu, Daihatsu, dan Toyota.  

Menurut Joao, Astra menawarkan Toyota Hilux dalam dua varian, yakni 4x4 atau mesin tenaga empat roda dan 4x2 atau tenaga mesin dua roda. Namun, penawaran tersebut tidak mencapai kesepakatan karena faktor harga dan keterbatasan kapasitas produksi.

Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max sebagai dua produsen pick up utama disebutnya belum mampu memproduksi sesuai permintaan. Menurut dia, dua pick up utama itu yang menimbulkan pertanyaan seolah-olah Agrinas tak memberikan peluang bagi pick up 4x2 dalam negeri.  

“Pertimbangannya, untuk Gran Max dan Carry sekarang 4x2-nya hanya mampu memproduksi sebanyak 100 – 120 ribu unit per tahun dan sebagian besar dipakai MBG (Makan Bergizi Gratis),” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...