Indonesia Minta AS dan Israel Setop Serang Iran

Desy Setyowati
10 Maret 2026, 05:39
Israel, as, iran,
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia kembali menyerukan semua pihak untuk menahan diri menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang direspons dengan serangan balasan Teheran, sehingga menimbulkan ketegangan di kawasan Teluk yang tak kunjung reda.

Menyusul laporan dari berbagai perwakilan RI di Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia mengutarakan lagi keprihatinan mendalam atas meluasnya ketegangan serta dampaknya di kawasan tersebut.

“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran,” demikian keterangan tertulis Kemlu RI melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Senin (9/3).

Indonesia juga meminta Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara.

Selain mendorong para pihak untuk menahan diri, Indonesia mendesak supaya ketegangan segera diredakan serta langkah-langkah negosiasi melalui dialog dan diplomasi kembali ditempuh.

Di samping itu, Pemerintah Indonesia mengintensifkan pemantauan terhadap para WNI yang berada di negara-negara kawasan Teluk serta senantiasa menjalankan langkah kontingensi dan evakuasi apabila diperlukan.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI di kawasan dan telah menyiapkan langkah kontingensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara,” demikian kata Kemlu RI.

Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan brutal terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk.

Dalam merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia pada 28 Februari menyatakan kesiapan memfasilitasi perundingan antara pihak-pihak berkonflik agar kondisi keamanan yang kondusif di kawasan dapat tercipta kembali.

Sementara itu, Kemlu RI memastikan tahap pertama evakuasi 32 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran telah dimulai pada Jumat (6/3) melalui Azerbaijan, dan akan tiba pekan ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...