AHY Sebut Proyek Kereta Cepat ke Surabaya Tunggu Restrukturisasi Whoosh

Muhamad Fajar Riyandanu
11 Maret 2026, 15:26
whoosh, ahy, kereta cepat
ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/YU
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan paparan terkait pencapaian pembangunan infrastruktur setahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan rencana pengembangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya masih menunggu penyelesaian restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh.

AHY mengatakan tahapan penyelesaian skema pembayaran utang Whoosh saat ini masih berjalan. Ia sudah menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Sebelum mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang dari Jakarta ke Surabaya, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB (Jakarta-Bandung) tuntas," kata AHY dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (11/3).

AHY berharap, penyelesaian restrukturisasi utang Whoosh nantinya dapat memberikan kepastian soal kelanjutan pengembangan jalur kereta cepat dari Jakarta ke kota-kota lain.

"Artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," ujarnya.

Kerugian Ditanggung Pemerintah, KPK Tetap Usut Kasus Woosh (Foto: Katadata/Fauza Syahputra)
Kerugian Ditanggung Pemerintah, KPK Tetap Usut Kasus Woosh (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)

Istana Kepresidenan mengatakan pembahasan mengenai skema pembayaran utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh telah memasuki tahap finalisasi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan sintyal pembayaran utang Whoosh akan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Prasetyo Hadi mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini sedang bernegosiasi dengan mitra Cina terkait teknis pembayaran utang proyek kereta cepat.

“Laporan terakhir rapat di Danantara, masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” kata Prasetyo seusai Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...