Retno Marsudi: Persahabatan Antarnegara Makin Penting Saat Konflik Geopolitik

Image title
11 Maret 2026, 16:05
Retno Marsudi, geopolitik, Indonesia, Vietnam
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/agr
Menteri Luar Negeri RI periode 2014-2024 Retno Marsudi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024, Retno Marsudi, menilai persahabatan antarnegara menjadi semakin berharga di tengah kondisi global yang dipenuhi ketidakpastian, konflik, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut Retno, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perang di sejumlah wilayah hingga meningkatnya rivalitas geopolitik yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita hidup di dunia yang sulit, penuh ketidakpastian dan hal-hal yang tidak dapat diprediksi. Kita melihat perang terjadi di berbagai belahan dunia dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang juga berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Retno dalam acara Indonesia Vietnam Friendship Asosiation, Selasa (10/3).

Dalam situasi seperti itu, ia menekankan bahwa persahabatan antarnegara menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas internasional.

Menurut Retno, persahabatan antarnegara dapat menciptakan ruang dialog, membantu negara-negara menemukan solusi bersama, serta memastikan bahwa kerja sama dapat lebih diutamakan dibandingkan konflik.

Ia mencontohkan hubungan antara Indonesia dan Vietnam sebagai salah satu bentuk persahabatan antarnegara yang terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kawasan.

“Hubungan Indonesia dan Vietnam penting bukan hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi kawasan. Bersama-sama kita berkontribusi untuk menciptakan Asia Tenggara yang damai, stabil, dan berorientasi ke masa depan,” katanya.

Retno menyebutkan kedua negara juga memiliki komitmen untuk menjaga kawasan tetap terbuka, inklusif, dan kooperatif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa persahabatan antarnegara tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang otomatis terjaga. Hubungan tersebut harus terus dipelihara melalui dialog berkelanjutan, saling menghormati, dan komitmen bersama.

Hubungan Indonesia-Vietnam

Selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Retno mengaku menyaksikan langsung perkembangan hubungan antara Indonesia dan Vietnam yang semakin kuat dari waktu ke waktu.

Ia menyebut perdagangan antara kedua negara terus meningkat, kerja sama di berbagai sektor semakin luas, serta hubungan antarmasyarakat kedua negara juga semakin erat.

Meski demikian, menurut Retno, hal yang paling penting adalah kuatnya komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran.

“Komitmen inilah yang akan membimbing kemitraan Indonesia dan Vietnam di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Retno mengatakan, ketika dua negara membangun persahabatan yang kuat, mereka tidak hanya menciptakan kerja sama, tetapi juga menumbuhkan stabilitas, peluang ekonomi, serta masa depan di mana negara-negara dapat bekerja sama menyelesaikan tantangan global secara damai.

“Saya yakin Indonesia dan Vietnam akan tetap menjadi pembela setia hukum internasional, nilai-nilai bersama, dan semangat kerja sama internasional,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...