Libur Lebaran, BGN Setop Bagikan MBG Mulai Hari Ini

Ade Rosman
17 Maret 2026, 04:27
MBG, dadan,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan sementara mulai Selasa (16/3) seiring libur panjang hari raya Idul Fitri. 

“Untuk MBG kan kita terakhir besok (Selasa) ya untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita. Terus untuk anak sekolah kan sudah Jumat kemarin,” kata Dadan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Dadan menuturkan, MBG akan kembali berjalan usai libur hari raya Idul Fitri yakni pada 31 Maret 2026.

Ia mengatakan, belum ada perubahan mengenai anggaran MBG hingga kini, meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyinggung evaluasi terhadap anggaran  program prioritas tersebut. 

“Eh perlu diketahui bahwa 93% anggaran Badan Gizi itu digunakan untuk bantuan pemerintah makan bergizi. jadi itu,” kata dia. 

Dadan mengklaim, telah berkoordinasi berkaitan dengan anggaran MBG, dan hingga kini belum ada prubahan nominal anggaran. Di sisi lain, pemerintah juga menunggu situasi yang saat ini tengah dihadapi dengan perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. 

“Sementara kita masih belum ada perubahan dan menunggu situasi,” kata dia. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tengah mengkaji pemotongan anggaran belanja Kementerian/Lembaga. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kenaikan harga minyak sebagai dampak dari perang antara AS-Israel dengan Iran.  

“Kalau memang harga BBM naik terus, itu langkah pertama, efisiensi. Kami sudah persiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh lembaga nanti,” kata Purbaya usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3).  

Purbaya telah menginstruksikan kepada Kementerian/Lembaga untuk menyiapkan gambaran jika anggarannya dipotong.  Meski tak merincikan secara detail, ia menyebut salah satu pos anggaran yang terkena potongan yakni berkaitan dengan program tambahan yang menggunakan anggaran belanja tambahan (ABT).  

“Ada beberapa program tambahan, ada anggaran tambahan-tambahan yang membuat gegelembung sekali. Dengan anggaran sekarang, kami fokus ke program yang sudah ada saja,” katanya.  

Sejumlah anggaran belanja tambahan, menurut dia, akan ditunda hingga situasi memungkinkan. Adapun pihaknya akan menyusun langkah awal bagi K/L untuk menghitung efisiensi anggaran yang akan dilakukan.  Kementerian/Lembaga kemudian akan menyesuaikan berdasarkan kebijakan yang telah dibuat dari Kementerian Keuangan

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...