Prabowo Jelaskan Alasan RI Gabung BoP, Siap Keluar Jika Tak Bantu Palestina
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan membawa Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Prabowo juga memastikan siap keluar dari BoP jika dewan tersebut tak sesuai dengan tujuan Indonesia yakni membantu Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah sesi dialog bersama jurnalis hingga pakar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Beberapa nama yang hadir antara lain jurnalis Najwa Shihab, mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, hingga kreator digital sekaligus pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo.
"Begitu tidak ada harapan, kontraproduktif, menghabiskan waktu, energi, dan tidak menguntungkan Indonesia, kita keluar," kata Prabowo dikutip secara virtual pada Jumat (20/3).
Prabowo lalu menceritakan alasan hingga kronologi bergabungnya RI di BoP. Awalnya, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara muslim lainnya diundang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Undangan tersebut terjadi setelah ia berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada 23 September 2025.
Tujuh negara lain yang diundang adalah Pakistan, Turki, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Dalam persamuhan itu, Trump mengajak pemimpin delapan negara mendukung proposal berisi 20 poin tentang rencana mewujudkan perdamaian di Gaza.
Menurut Prabowo, para pemimpin melihat ada peluang Palestina untuk merdeka lewat dua poin terakhir rencana tersebut. Poin 19 dan 20 rencana perdamaian menyebut soal kondisi untuk Palestina menentukan nasib mereka sendiri serta dialog Palestina dengan Israel demi perdamaian.
"Kami melihat (poin) 19 dan 20, ada peluang (Palestina merdeka), walaupun sedikit," kata Prabowo.
Prabowo dan ketujuh pemimpin lalu berembug untuk memutuskan kelanjutan dukungan mereka atas rencana Trump. Delapan negara lalu setuju dan menunjuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani sebagai juru bicara mereka.
Sheikh Tamim lalu menyampaikan kepada Trump bahwa delapan negara menyukai ide politikus Partai Republik itu. Meski demikian, Prabowo mengatakan Sheikh Tamim menyampaikan kepada Trump permasalahan terkait ide perdamaian itu.
"Masalahnya bukan kami, tapi Perdana Menteri (Israel, Benjamin) Netanyahu," kata Prabowo menirukan pernyataan Emir Qatar.
Pendapatkan aduan seperti itu, Trump lalu mencoba memberikan jaminan kepada Prabowo, Sheikh Tamim, dan para pemimpin lain yang hadir. "Trump bilang, 'Let me take care of Netanyahu, i'll convince him (biar saya urus Netanyahu, saya akan membujuknya'," kata Prabowo.
Beberapa hari setelah pertemuan, Netanyahu akhirnya datang ke Gedung Putih untuk bertemu Trump. Prabowo mengatakan, Trump menyampaikan masukan pemimpin delapan negara kepada Netanyahu.
Tak lama usai pertemuan, gencatan senjata akhirnya terjadi di Gaza. Selain itu, ribuan truk akhirnya bisa masuk ke Rafah untuk memasok kebutuhan warga Palestina. "Sekarang 4.200 truk masuk tiap pekan," katanya.
Muncul Konsep BoP
Belakangan, Trump memunculkan konsep Board of Peace yang awalnya tak ada dalam rencana perdamaian. Meski demikian, PBB tak memveto ide tentang keberadaan Dewan Perdamaian.
Prabowo lalu bertanya kepada pemimpin tujuh negara tentang kemungkinan bergabung dengan BoP. Kesepakatannya: delapan negara termasuk Indonesia tetap akan gabung guna membantu Palestina. "Tidak mudah, tetapi mungkin kami bisa membantu," katanya.
Prabowo lalu menetapkan sejumlah syarat demi Indonesia berada di BoP serta mengirimkan pasukan perdamaian. Dia ingin Indonesia diterima oleh tokoh-tokoh Palestina. RI juga meminta adanya dukungan dari Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, dan UEA.
Syarat berikutnya, Hamas harus menerima kehadiran Indonesia sebagai bagian dari pasukan perdamaian. TNI juga tak akan terlibat dalam aksi militer hingga melucuti Hamas.
"Kami mau menjaga rakyat sipil," kata mantan Danjen Kopassus itu.
Namun, Prabowo mengatakan, dengan adanya perang antara Iran dengan AS dan Israel, maka kerja BoP ditangguhkan. Ini karena sulit mewujudkan misi damai di tengah peperangan.
"Saya menjalankan perjuangan bangsa, dari dulu membela Palestina," katanya.

