AS akan Kerahkan Ribuan Pasukan ke Timur Tengah, Siapkan Serangan Darat ke Iran?

Ameidyo Daud Nasution
25 Maret 2026, 08:03
Kapal Induk CVN-78 USS Gerald R. Ford Angkatan Laut AS
Seaforces.org
Kapal Induk CVN-78 USS Gerald R. Ford Angkatan Laut AS
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengerahkan pasukan Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. AS juga akan mengirimkan satu batalion dari Tim Tempur Brigade ke-1.

Penambahan kekuatan dilakukan meski ada pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa mereka akan bernegosiasi dengan Iran. Dikutip dari CNN, dua sumber yang mengetahui rencana AS mengatakan paling tidak ada 1.000 pasukan Divisi Lintas Udara ke-82 yang akan disiapkan.

Sumber tersebut mengatakan Komandan Divisi Lintas Udara ke-92 Mayor Jenderal Brandon Tagtmeier hingga staf divisi juga siap terjun dalam satu pekan.

Sedangkan tim dari Brigade ke-1 akan menjadi unit siap siaga di Timur Tengah. Adapun, Divisi Lintas Udara ke-82 pernah melakukan pergerakan serupa di Timur Tengah pada tahun 2020 setelah pembunuhan komandan Iran Qasem Soleimani.

Belum ada keterangan resmi dari militer AS mengenai pengerahan pasukan. Sedangkan Gedung Putih mengatakan Trump memiliki banyak pilihan untuk melawan Iran.

"Seperti yang telah kami katakan, Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer yang dapat digunakannya," kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly pada Selasa (24/3) dikutip dari Reuters.

Seorang sumber mengatakan belum ada keputusan untuk menerjunkan pasukan ke Iran. Sumber lainnya mengatakan Pentagon menyiapkan 3.000 hingga 4.000 pasukan untuk disiagakan.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi dalam perang melawan Iran, termasuk mengamankan Selat Hormuz. Trump juga telah membahas opsi untuk mengirim pasukan darat ke Pulau Kharg di Iran, pusat 90% ekspor minyak Iran.

Meski demikian, penggunaan pasukan darat AS dapat menimbulkan risiko politik yang signifikan bagi Trump, mengingat rendahnya dukungan publik Amerika untuk kampanye Iran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...