BMKG Catat Ada 93 Gempa Susulan di Sulawesi dan Maluku
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat 93 aktivitas gempa susulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pemantauan hingga pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan hasil monitoring tersebut, gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo berkisar antara 2,8 hingga 5,8, dengan tujuh di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
“Ini adalah frekuensi yang terus kita pantau. Biasanya setelah satu-dua hari trennya akan kami pelajari apakah dapat berakhir dalam satu minggu, kadang-kadang dua Minggu, ini tergantung situasi,” kata Faisal dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Sulawesi Utara yang disiarkan oleh kanal YouTube BNPB Indonesia pada Kamis (2/4).
BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, terjadi pada pukul 05.48 WIB.
Gempa tersebut berpotensi memicu tsunami. Episenter gempa berada sekitar 129 kilometer (km) di tenggara Bitung, tepatnya pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 62 km.
Potensi tsunami akibat gempa bumi sudah berakhir. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta, mengatakan peringatan dini tsunami resmi diakhiri setelah pemantauan menunjukkan kondisi laut kembali stabil.
Prabowo Perintahkan Evakuasi Cepat Korban
Presiden Prabowo Subianto meminta agar pemerintah mengevakuasi korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya menyampaikan, presiden telah menerima laporan awal dan segera menginstruksikan langkah tanggap darurat untuk melindungi masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, khususnya di Kota Bitung, Kota Ternate, serta Pulau Batang Dua.
Teddy mengatakan, Prabowo menyampaikan instruksi agar proses evakuasi dilakukan secepat mungkin. Presiden meminta Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto untuk meminta seluruh aparat dan tim penanganan bencana memprioritaskan keselamatan warga di wilayah terdampak.
“Tadi pagi melalui Kepala BNPB, Pak Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNBP secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak. Dan hari ini Ka BNPB tiba di Sulawesi Utara dan Tim lainnya tiba di Maluku Utara,” kata Teddy melalui keterangan kepada wartawan pada Kamis (2/4).
Teddy menyebut unsur BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah telah melakukan pengecekan sekaligus evakuasi di lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga. Dalam upaya memastikan penanganan berjalan optimal, Teddy menegaskan bahwa pemerintah pusat juga telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah. “Gubernur Maluku Utara Ibu Sherly dan Gubernur Sulawesi Utara Bapak Yulius juga sudah kami hubungi,” ujar Teddy.
