DPR akan Rapat dengan Menhan Bahas Gugurnya 3 TNI hingga Kasus Andrie Yunus

Ameidyo Daud Nasution
6 April 2026, 17:20
dpr, menhan, tni, andre yunus
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto (ketiga kiri) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (kiri), Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kedua kanan), KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kanan), KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (ketiga kanan) dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali (kedua kiri) menyampaikan keterangan pers usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar rapat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Rapat akan membahas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus.

Ketua Komisi I Utut Adianto mengatakan saat ini DPR tengah menyesuaikan jadwal Sjafrie. Ia berharap rapat tersebut bisa mengungkap sejumlah fakta.

"Yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta sehingga kami tidak keliru mengambil kebijakan," kata Utut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/4) dikutip dari Antara.

Sebelumnya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan penugasan UNIFIL di Lebanon karena gugurnya tiga personel TNI. 

"Seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL," kata SBY dalam keterangannya yang diunggah dalam akun media sosial X @SBYudhoyono pada Ahad (5/4).

Kasus Andrie Yunus

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram oleh dua orang  pada Kamis (12/3). Atas kasus tersebut, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat orang personel TNI atas dugaan keterlibatan mereka.

Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Keempat orang yang ditahan adalah anggota TNI aktif dan berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.

Aksi Kamisan ke-902 di Surabaya
Aksi Kamisan ke-902 di Surabaya (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/nz)

Presiden Prabowo Subianto juga berjanji akan mengusut hingga mengejar pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus. Tak hanya itu ia menjamin tidak akan melindungi dan impunitas terhadap pelaku penyerangan aktivis HAM.

“Ini terorisme. Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas, tidak akan,” kata Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3), dikutip secara virtual pada Kamis (19/3). 


add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...