Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Eselon 1 di Istana, Bahas Kebijakan Strategis
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan taklimat akbar kepada jajaran pejabat tinggi pemerintah di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu (8/4) siang. Agenda tersebut akan diikuti oleh seluruh unsur kementerian dan lembaga, mulai dari menteri hingga pejabat eselon satu di semua instansi pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, mengatakan kegiatan tersebut akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.
"Bapak Presiden mengumpulkan seluruh pejabat kementerian dan lembaga. Tidak hanya menteri, wakil menteri, kepala lembaga, wakil kepala lembaga, atau kepala badan dan wakil kepala badan, tapi juga seluruh eselon satunya," kata Angga kepada wartawan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (8/4).
Ia mengatakan, pelibatan pejabat eselon satu dalam forum kali ini untuk memastikan penyampaian arahan Presiden dapat diterima secara langsung oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi.
Menurut Angga, Prabowo bakal menyampaikan ragam hal strategis yang mencakup arah kebijakan pemerintah, penyelenggaraan negara, serta perkembangan situasi geopolitik terkini. "Pastinya hal-hal yang strategis akan disampaikan Bapak Presiden. Jadi, nanti kita tunggu setelah acara," ujar Angga Raka.
Kabar Reshuffle
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle atau perombakan terhadap Kabinet Merah Putih pada Rabu (8/4).
Merespons hal ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya meminta publik menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto. “Tunggu saja,” kata Teddy di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/4).
Teddy juga enggan menjelaskan termin pelaksanaan reshuffle saat ditanya apakah perombakan kabinet akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” ujarnya. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto secara rutin melakukan penilaian terhadap kinerja para menteri dalam menjalankan program dan tugas pemerintahan.
Prasetyo menyebukan, segala urusan yang berkaitan dengan komposisi kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden. “Jika kemudian Bapak Presiden merasa perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu. Karena beliau yang sehari-hari memonitor seluruh kinerja dari para pembantunya di kabinet,” kata Prasetyo Hadi.
