Deretan Lawatan Prabowo ke Luar Negeri di Tengah Krisis Energi dan Efisiensi
Presiden Prabowo Subianto aktif melakukan lawatan dinas luar negeri di tengah situasi krisis energi global imbas serangan Amerika-Israel ke Iran. Prabowo hingga Selasa (14/4) tercatat telah mengunjungi empat negara sejak meruncingnya tensi konflik bersenjata Amerika-Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu.
Sejak pertama kali dilantik sebagai presiden, Prabowo kerap berkunjung ke banyak negara. Sejak November 2024 hingga April 2026, Prabowo menjalankan dinas luar negeri sebanyak 49 kali dengan jumlah negara yang dikunjungi sebanyak 28. Beberapa negara didatangi secara berulang.
Perjalanan Prabowo ini mendapat sorotan di tengah pengetatan atau efisiensi Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).
Prabowo sempat menjelaskan alasan di balik intensitas kunjungan luar negeri yang ia lakukan belakangan ini. Prabowo mengatakan agenda perjalanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak.
"Dibilang Prabowo seneng jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk mengamankan minyak, ya gue harus ke mana-mana," kata Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4).
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan dalam waktu dekat ia bakal kembali berkunjung ke luar negeri. "Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana, amankan (minyak) juga," ujarnya.
Berikut rangkuman kegiatan Prabowo ke luar negeri di tengah krisis energi global:
Jepang
Prabowo menyatakan angkah aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara menjadi modal penting di tengah ketatnya persaingan global dalam memperoleh sumber pasokan energi.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang pada akhir Maret lalu dinilai membuahkan hasil dalam konteks kerja sama energi. "Kita ke Jepang kemarin ya. Kita dapat," saat menyampaikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4).
Kunjungan Prabowo ke Jepang pada akhir Maret lalu menghasilkan sepuluh nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama bisnis dengan total nilai US$ 23,1 miliar atau sekitar Rp 392,7 triliun.
Kerja sama itu mencakup pengembangan proyek hilirisasi berbasis energi bersih hingga investasi strategis di bidang semikonduktor.
Sejumlah kerja sama yang diumumkan meliputi pengembangan proyek hilirisasi berbasis energi bersih, seperti produksi metanol dari emisi karbon, kerja sama eksplorasi dan pengembangan sektor minyak dan gas, pengembangan energi panas bumi, hingga penguatan ekosistem keuangan inklusif, dan investasi strategis.
Satu diantaranya yakni kerja sama strategis untuk pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia antara PT Pertamina (Persero) dan INPEX. Selain itu juga ada MoU untuk peluang kemitraan potensial di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara antara PT Pertamina Hulu Energi dan INPEX.
Korea Selatan
Prabowo meneruskan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan (Korsel) selama dua hari, terhitung seja 31 Maret sampai 1 April. Presiden Prabowo dan Presiden Korsel Lee Jae Myung menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) senilai US$ 4,98 miliar atau setara Rp 84,66 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.002 per dolar Amerika Serikat (AS).
Seremoni kegiatan itu berlansung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu (1/4) waktu setempat. Potensi nilai transaksi itu bisa bertambah dengan adanya pengumuman proyek investasi sejumlah US$ 481,35 juta serta pengajuan surat pernyataan minat atau letter of intent (LoI) senilai US$ 4,8 miliar. Total gabungan nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 10,26 Miliar atau sekitar Rp 174,46 triliun.
Dalam kunjungan ke Korsel kali ini, kesepakatan kerja sama sektor energi cenderung menyasar pada pengembangan energi baru dan terbarukan. Misalnya, ada MoU tentang Studi Bersama Pengembangan Proyek Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan antara PLN IP dan LXI, senilai US$ 80 juta.
Selain itu, turut serta MoU tentang Amandemen Kedua Studi Bersama Energi Baru dan Terbarukan antara Pertamina Hulu Energi (PHE) dan POSCO senilai US$ 30 juta hingga MoU tentang Kerja Sama Lintas Negara Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS) antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan ExxonMobil, senilai US$ 3 miliar.
Kemudian, ada MoU tentang Pengembangan Teknologi Rendah Karbon antara PT Pertamina dan POSCO, senilai US$ 1,01 miliar.
Rusia
Presiden Prabowo selanjutnya melanjutkan kunjungan luar negeri dengan bertolak dari Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menuju Moskow, Rusia, pada Minggu (12/4) malam. Pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, bertujuan memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung di Istana Kremlin, Moscow, pada Senin (13/4). Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam itu menyepakati sejumlah kemitraan jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Sekretaris Kabinet (Seskab), Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, menyampaikan pertemuan kedua pimpinan negara di Istana Kremlin saat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi Indonesia-Rusia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pertemuan antara Prabowo dan Putin diawali dua jam pertemuan bilateral dan dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin. “Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” kata Teddy dalam siaran pers yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin (13/4).
Prancis
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan safari luar negeri ke Paris untuk bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Prabowo langsung bertolak ke Prancis pada Senin (13/4) malam usai menyelesaikan pertemuan bilateral selama lima jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Kremlin.
“Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam siaran pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin (13/4).
Setibanya di Paris, Prabowo dijadwalkan langsung melanjutkan agenda diplomasi melalui pertemuan empat mata dengan Presiden Macron yang akan berlangsung di Istana Élysée.
Teddy menjelaskan, pertemuan itu tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama bilateral, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global.
“Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” kata Teddy.

