Perang AS - Israel vs Iran Belum Reda, Bagaimana Nasib Perjalanan Haji di 2026?

Andi M. Arief
15 April 2026, 19:03
Jamaah calon haji melakukan praktik istilam saat manasik haji di Asrama Haji Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (29/3/2026). Manasik terintegrasi yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kendari tersebut diikuti 545 orang ja
ANTARA FOTO/Andry Denisah/nz
Jamaah calon haji melakukan praktik istilam saat manasik haji di Asrama Haji Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (29/3/2026). Manasik terintegrasi yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kendari tersebut diikuti 545 orang jamaah calon haji beserta 10 petugas haji yang terbagi menjadi lima zona di wilayah itu.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Penerbangan jemaah haji ke Arab Saudi dinilai aman walaupun tensi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih tinggi. Kementerian Haji dan Umrah belum mengubah jadwal keberangkatan jemaah ke Tanah Suci yang dimulai pekan depan, Rabu (22/4).

Jaminan keamanan untuk penerbangan haji sejauh ini masih kuat di tangah adanya pemberitahuan resmi kepada seluruh maskapai di dunia atau NOTAM untuk tidak melewati ruang udara Iran akibat konflik. Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman mengatakan NOTAM tersebut tidak menjadi masalah karena rute penerbangan jemaah haji nasional tidak melewati Iran.

"Penerbangan keberangkatan haji tidak lewat ruang udara Iran sama sekali karena rute yang dilalui adalah melalui ruang udara Oman," kata Gerry kepada Katadata.co.id, Rabu (15/4).

Gerry mengingatkan bahwa konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat juga terjadi pada periode kepulangan jemaah haji tahun lalu. Adapun maskapai yang bertugas pada ibadah haji tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni PT Garuda Indonesia Tbk dan Saudi Arabian Airlines.

Gerry meramalkan potensi kendala dalam penerbangan selama musim haji tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni gangguan sinyal GPS. Menurutnya, kendala tersebut terjadi di sekitar ruang udara Oman yang berbatasan langsung dengan ruang udara Arab Saudi.

"Namun kendala itu bukan hal baru karena hal tersebut juga terjadi pada tahun lalu. Jadi, maskapai yang bertugas sudah tahu langkah penanganannya," katanya.

Sebelumnya NOTAM menjelaskan mayoritas ruang udara di Asia Barat menunjukkan level siaga. Secara rinci, NOTAM ruang udara Arab Saudi menunjukkan level siaga hingga pekan lalu, Jumat (10/4).

Berdasarkan laporan Safe Air Space, ada peningkatan risiko bagi maskapai yang ingin melalui ruang udara Arab Saudi akibat serangan skala besar oleh Amerika Serikat dan Israel dan retaliasi oleh Iran. Sementara itu, misil drone asal Iran dilaporkan telah mendarat di Arab Saudi beberapa kali bulan lalu.

Karena itu, Safe Air Space menilai situasi ruang udara di Arab Saudi tetap tidak bisa diproyeksi. Selain itu, ketidakpastian tersebut dapat menyebar ke ruang udara negara tetangga.

Pengamat Penerbangan Gatot Rahardjo mengingatkan bahwa acuan utama para pilot dalam membuat rencana terbang adalah NOTAM. Menurutnya, NOTAM tersebut akan diterbitkan oleh otoritas navigasi setiap negara.

"Sebaiknya maskapai hati-hati dalam memilih rute penerbangan. Ada atau tidak ada NOTAM, sebaiknya pilot penerbangan haji menghindari wilayah konflik," kata Gatot kepada Katadata.co.id.

Gatot mencontohkan pesawat milik maskapai asal Malaysia yang jatuh tertembak rudal di perbatasan Rusia-Ukraina. Menurutnya, belum ada pihak yang mengambil tanggung jawab atas insiden tersebut sampai hari ini.

Karena itu, Gatot menegaskan para pilot untuk mencari jalur aman dalam membuat rencana penerbangan untuk jemaah haji tahun ini. Karena itu, Gatot menilai kerja sama dengan PT Airnav Indonesia penting dilakukan oleh Garuda dan Saudia.

"Airnav nanti bisa korespondensi dengan lembaga otoritas navigasi di negara lain," katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...