Alasan Menlu Tak Hadiri Agenda Diplomasi di Turki
Menteri Luar Negeri Sugiono batal menghadiri Antalya Diplomacy Forum 2026 di Turki pada hari ini, Jumat (17/4). Sugiono dijadwalkan mewakili pemerintah dalam sesi panel tentang kerja sama ASEAN dan pertemuan dengan delapan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang juga anggota Dewan Perdamaian Gaza atau BOP.
Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang mengatakan kehadiran Sugiono akan diwakilkan oleh Duta Besar Luar Biasa Berkekuatan Penuh RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama. Adapun Rizal dijadwalkan hanya akan menghadiri pertemuan bersama delapan negara anggota BoP.
"Ketidakhadiran Menlu ini menyusul adanya arahan strategis dari Presiden RI yang mengharuskan Menlu RI untuk tetap berada di Jakarta," kata Yvonne dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
Yvonne menyatakan absennya Sugiono dari ADF 2026 tidak mengurangi komitmen RI terhadap Turki. Menurutnya, pemerintah akan tetap berusaha meningkatkan kerja sama dengan Tanah Kekaisaran baik secara bilateral maupun melalui ASEAN.
Yvonne menyampaikan pertemuan delapan negara anggota BoP akan diwakili pejabat masing-masing negara. Secara rinci, negara yang dimaksud adalah Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, Qatar, Turkiye, dan Uni Emirat Arab.
Yvonne mencatat bahasan utama pertemuan delapan negara anggota BoP tersebut adalah isu-isu terkait Palestina dan Timur Tengah.
"Indonesia akan terus memastikan peran aktifnya dalam keberlanjutan pembahasan proses perdamaian Palestina dan isu geopolitik terkini di Timur Tengah," ujarnya.
