Kualitas Udara Bandung, Medan, dan Surabaya Terpantau Tak Sehat Pagi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas
28 April 2026, 08:13
Kualitas udara
ANTARA FOTO/Abdan Syakura/rwa.
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/4/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kualitas udara di Bandung, Medan, dan Surabaya terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.20 WIB, poin AQI ketiga kota itu mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Selasa (28/4). 

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini: 

  1. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 171 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 169 atau dalam kategori tidak sehat.
  3. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 124 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  5. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 110 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara Palangka Raya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 43. Kemudian disusul Pontianak di Kalimantan Barat dengan poin AQI 44 dan Badung di Bali dengan poin AQI 50. Kualitas udara ketiganya tergolong baik.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Minneapolis di Amerika Serikat dengan poin AQI 3. Berikutnya ada Kabul di Afghanistan dan Stockholm di Swedia dengan poin AQI 6. Kota-kota besar itu masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, Kinshasa di Republik Demokratik Kongo menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan level tidak sehat. Berikut daftarnya:

  1. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 172 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Delhi, India, dengan poin AQI 135 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  3. Kathmandu, Nepal, dengan poin AQI 122 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  4. Kolkata, India, dengan poin AQI 119 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  5. Phnom Penh, Kamboja, dengan poin AQI 115 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.  

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.  

Adapun kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...