Polusi Udara Bandung, Tangsel, dan Jakarta Terburuk di Indonesia Pagi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas
29 April 2026, 07:50
Polusi Udara
Unsplash
Ilustrasi polusi udara yang menyelimuti jalan raya di kawasan kota besar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polusi udara di Bandung, Tangerang Selatan, dan Jakarta menjadi yang terburuk di Indonesia pagi ini, Rabu (29/4). Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.05 WIB, poin AQI ketiga kota itu mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Rabu (29/4). 

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini: 

  1. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 178 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 176 atau dalam kategori tidak sehat.
  3. Jakarta, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 134 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  5. Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 134 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Tak hanya masuk daftar nasional, Jakarta juga berada di daftar kota besar dunia dengan polusi udara terburuk pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Kuwait City, Kuwait, dengan poin AQI 311 atau dalam kategori berbahaya.
  2. Baghdad, Iraq, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat.
  3. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Phnom Penh, Kamboja, dengan poin AQI 132 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Detroit di Amerika Serikat dengan poin AQI 14. Berikutnya ada Auckland di Selandia Baru, Munich di Jerman, Stockholm di Swedia, dan Budapest di Hungaria dengan poin AQI 17. Kota-kota besar itu masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Sementara di Indonesia, kualitas udara paling sehat berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan poin AQI 23 dan masuk kategori baik. Kemudian disusul Semarang di Jawa Tengah dengan poin AQI 56 dan Surabaya di Jawa Timur dengan poin AQI 58. Kualitas udara keduanya masih tergolong sedang.

Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.  

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.  

Adapun kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...