Trump Siapkan Operasi untuk Kawal Kapal Keluar dari Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan berupaya membebaskan kapal-kapal yang terperangkap akibat penutupan Selat Hormuz. Trump mengatakan, upaya yang dinamakan 'Proyek Kebebasan' itu akan dimulai pada Senin (3/5).
Trump mengatakan langkah ini diambil untuk mengeluarkan kapal-kapal sipil dari negara-negara yang tak terkait Perang Iran. Tujuannya agar kapal-kapal tersebut mampu melanjutkan bisnis.
"Kami akan menggunakan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat (Hormuz)," kata Trump dalam akun Truth Social, Minggu (3/5) dikutip dari CNBC.
Upaya ini kemungkinan tidak bertujuan untuk memulihkan kebebasan navigasi ke Selat Hormuz, namun untuk mengeluarkan kapal-kapal yang terdampar di wilayah tersebut.
Namun Trump tak menjelaskan lebih detail apakah militer AS akan terlibat dalam operasi tersebut. Tak jelas juga apakah Iran akan mengizinkan Negeri Abang Sam menggelar operasi itu.
“Pergerakan kapal hanya dimaksudkan untuk membebaskan orang, perusahaan, dan negara yang sama sekali tidak melakukan kesalahan. Mereka adalah korban keadaan,” kata Trump.
Sedangkan saat dimintai konfirmasi, Departemen Pertahanan AS merujuk unggahan media sosial Komando Pusat AS (CENTCOM). Unggahan tersebut menyebut adanya operasi untuk memulihkan kebebasan navigasi pelayaran komersial.
CENTCOM mengatakan, pasukan yang terlibat dalam operasi tersebut akan mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15.000 anggota militer.
“Misi yang diarahkan oleh Presiden ini, akan mendukung kapal dagang yang berupaya untuk bebas melintasi koridor perdagangan internasional yang penting ini," demikian keterangan dalam unggahan media sosial CENTCOM.
Sebagian besar Selat Hormuz tidak dapat dilalui sejak Perang Iran pecah. Dampaknya, kapal-kapal terdampar dan memutus rantai pasokan utama energi dunia. Ini karena sekitar 20% minyak mentah dunia melewati selat tersebut, menyebabkan harga minyak melonjak dan harga bensin lebih tinggi di AS.
