Mensos Serahkan Data Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat ke KPK
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul mengaku telah memberikan seluruh data terkait pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat pada tahun lalu ke KPK. Menurutnya, lembaga anti rasuah membutuhkan waktu untuk mendalami informasi tersebut.
"Sepanjang saya tahu, tidak ada kebocoran terkait pengadaan barang untuk Sekolah Rakyat. Kalau ada kebocoran, saya dan Pak Wamensos akan menjadi pihak pertama yang melaporkan," kata Gus Ipul di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (8/5).
Berdasarkan data e-katalog, Kemensos telah menayangkan melakukan 4.379 paket pengadaan senilai Rp 1,49 triliun. Adapun pengadaan barang dan jasa khusus program Sekolah Rakyat mencapai Rp364,46 miliar, seperti seragam, kendaraan, buku, dan sepatu.
Khusus pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat, pengadaan sepatu untuk siswa mencapai Rp 8,19 miliar, sementara sepatu untuk guru senilai Rp 1,37 miliar. Seorang siswa dan guru mendapatkan beberapa jenis sepatu, yakni sepatu harian, sepatu olahraga, dan sepatu dinas.
E-katalog mencatat total pengadaan sepatu di Kemensos mencapai Rp 29,07 miliar. Dengan kata lain, pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat hanya mencapai 32,9% dari total pengadaan sepatu di Kemensos.
Tahun ini, Kemensos sejauh ini telah melakukan pengadaan sebanyak 940 paket senilai Rp 337,6 miliar. Adapun pengadaan khusus program Sekolah Rakyat mencapai Rp 174,23 miliar atau separuh transaksi pengadaan Kemensos.
Dalam pengadaan 2026, Kemensos belum melakukan transaksi untuk pengadaan sepatu, baik untuk Sekolah Rakyat maupun di luar program tersebut. Gus Ipul mengatakan, pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat masih dalam tahap perencanaan.
Dia menjelaskan sepatu yang diterima untuk program tersebut berasal dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bukan dari anggaran negara. Menurutnya, Khofifah memberikan sepatu tersebut khusus untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
"Jadi, itu bukan bagian dari pengadaan yang ada di Kementerian Sosial," katanya.
Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Sosial Tahun Anggaran 2026 di sistem SiRUP, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 27,53 miliar dari APBN untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu. Dengan demikian, harga satuan sepatu diperkirakan mencapai Rp 700 ribu per pasang.
Kegaduhan di media sosial pun terjadi setelah sebuah foto yang memperlihatkan Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan sepatu kepada sejumlah siswa yang diduga merupakan produk dari merek lokal, Stradenine.
Sebelumnya, Gus Ipul menjelaskan, harga sepatu Rp 700 ribu masih merupakan tahap perencanaan, bukan harga final pengadaan. Ia menjanjikan proses pengadaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta menegaskan tidak boleh ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
"Tidak boleh lobi, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, dan tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” kata dia.
