Indonesia Lanjutkan Misi di UNIFIL, Kirim 780 Personel TNI ke Lebanon

Ameidyo Daud Nasution
12 Mei 2026, 20:03
unifil, tni, lebanon
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali (tengah) memberikan pembekalan kepada prajurit Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah akan melanjutkan pengiriman Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Pasukan Sementara PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) pada 22 Mei 2026. Ada lebih dari 700 personel TNI yang akan dikirim ke Lebanon Selatan bulan ini.

"Tanggal 22 (Mei) rencananya. (Sebanyak) 780 orang," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Jakarta, Selasa (12/5) dikutip dari Antara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Wewengkang mengatakan pengiriman pasukan ini merupakan komitmen Indonesia kepada perdamaian. Dia juga mengatakan komitmen RI kepada perdamaian akan terus dijaga walaupun tiga prajurit gugur beberapa waktu lalu.

"Komitmen kita terhadap perdamaian dan sesuai amanat konstitusi kita tentunya juga harus tetap jalan," kata Yvonne

Yvonne juga mengatakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian itu merupakan hal yang tidak dapat dinegosiasikan. Salah satu cara yang diambil agar insiden yang membahayakan nyawa TNI adalah mempersiapkan personel lebih matang.

Dia juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang lebih menyeluruh terkait kematian personel TNI di Lebanon Selatan. Total ada emapt orang prajurit TNI yang gugur dalam konflik Israel dan Hizbullah.

"Preliminary investigation sudah selesai; proses masih berjalan. Kami menghormati itu, tapi kita ingin memastikan hasilnya nanti akan ada," katanya.

Sebelumnya sejumlah tokoh menyerukan untuk evaluasi keberadaan pasukan perdamaian di Lebanon Selatan usai perang antara Israel dengan Hizbullah berkecamuk. Salah satunya adalah Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendesak PBB untuk menyetop misi UNIFIL.

Pernyataan SBY disampaikan usai tiga prajurit yang gugur di Lebanon Selatan pada awal April lalu. "Seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL," kata SBY dalam keterangannya yang diunggah dalam akun media sosial X @SBYudhoyono pada Minggu (5/4).



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...